Breaking News:

Berita Bener Meriah

DPRA Susun Raqan Tata Niaga Komoditas Aceh, Semua Komoditas Ekspor Harus ke Luar dari Pelabuhan Aceh

“Aceh dari dulu terkenal dengan kegigihan dalam berniaga, tapi ketika hasil komoditas seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan...

Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Tim Pansus Raqan TNKA memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Koperasi Permata Gayo, Bener Meriah, Jumat (10/9/2021). 

“Aceh dari dulu terkenal dengan kegigihan dalam berniaga, tapi ketika hasil komoditas seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan pertambangan tidak ke luar lewat pelabuhan di Aceh, ini sangat menyakitkan, karena kita tidak dapat apa-apa dari komoditas yang kita ekspor,” tegas Bardan.

Laporan Budi Fatri | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan pertemuan dengan pelaku eksportir kopi arabika Gayo, dalam rangka mendegarkan masukan guna menyusun Rancangan Qanun (Raqan) Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA).

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Koperasi Permata Gayo, di Kampung Simpang Utama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (10/9/2021).

Pada pertemuan itu, tim Panitia Khusus (Pansus) Raqan TNKA tampak hadir diantaranya, Yahdi Hasan, H Khalili, Martini (Partai Aceh), Kartini Ibrahim, Khairil Syahrial (Gerindra), Bardan Sahidi, Nova Zahara (PKS), Marhaban Makam, Zaini Bakri (PPP), dan Tantawi (Demokrat).

“Ini merupakan kunjungan perdana kami dalam mempersiapkan Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA),” kata Yahdi Hasan kepada wartawan usai menggelar pertemuan tersebut.

Menurutnya, untuk pembahasan Pansus Raqan TNKA ini, mereka menjadwalkan di Hotel Renggali, Takengon, Aceh Tengah.

“Malam ini, kita akan membahas raqan tersebut bersama dengan dinas-dinas terkait maupun dengan stakeholder lainnya,” ujar yahdi Hasan.

Baca juga: Amerika Masih jadi Langgan Ekspor Kopi Aceh Terbesar, Periode Januari-Juli sudah Capai 6.338 Ton

Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Koperesi Permata Gayo, karena telah banyak memberikan berbagai masukan yang nantinya bisa dibahas dalam raqan tersebut.

“Koperasi Permata Gayo ini merupakan eksporti terbesar di Bener Meriah dengan jumlah anggota lebih dari 2.000 petani,” ungkap Politisi Partai Aceh ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved