Breaking News:

Partai Daerah Aceh akan Berganti Nama, Tgk Muhib Ketua Umum PDA hingga 2026

Partai Daerah Aceh (PDA) resmi akan berganti nama setelah disepakati dalam Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub)

Editor: bakri
For Serambinews.com
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah foto bersama dengan Ketua PDA, Tgk Muhibbussabri, dan Ketua PNA, Samsul Bahri (Tiyong) di sela-sela pembukaan Musyawarah Luar Biasa PDA di Aula Grand Bayu Hill, Jumat (10/9/2021) malam. 

TAKENGON - Partai Daerah Aceh (PDA) resmi akan berganti nama setelah disepakati dalam Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub) yang berlangsung di Hotel Grand Bayu Hill, Takengon, Aceh Tengah, pada Sabtu (11/9/2021). Ada dua nama yang disepakati akan menjadi nama baru partai lokal itu yakni Partai Darul Aceh dan Partai Demi Aceh.

Sekretaris SC Muralub PDA, Tengku Razuan, menyebutkan, ada tiga hal pokok yang diputuskan dalam sidang Muralub yaitu menetapkan nama dan lambang partai yang baru, menetapkan AD/ART, dan menetapkan perpanjangan masa kerja Ketua Umum dari periode 2021 hingga 2026.

Berdasarkan kesepakatan dalam sidang, kata Razuan, ada dua nama yang disiapkan yakni Partai Darul Aceh dan Partai Demi Aceh. “Kita siapkan dua nama tersebut karena prosesnya nanti di Kemenkumham. Jika Darul Aceh tidak disetujui Kemenkumham, berarti kita akan ajukan Demi Aceh,” jelasnya.

Lebih lanjut Razuan menyampaikan, terjadinya perubahan nama melalui Muralub karena Partai Daerah Aceh tidak lolos electoral threshold lantaran hanya memiliki tiga kursi di DPRA. Alhasil, Partai Daerah Aceh tak bisa mengikuti pemilihan legislatif di tahun 2024 mendatang. “Alternatifnya, kita harus mengubah semua, sehingga secara otomatis menjadi partai baru,” ujarnya.

Terkait masa kerja ketua umum, sebut Sekjen, jika berdasarkan Muralub Tahun 2018 lalu, masa jabatan ketua umum akan berakhir pada 2023. “Peserta sepakat untuk memperpanjang masa jabatan ketua umum karena pada tahun 2023 mendatang, sudah direpotkan dengan urusan pendaftaran caleg,” ungkap Tengku Razuan.

Ketua Umum DPP PDA, Tgk H Muhibbussabri A Wahab, menyebutkan, ke depan PDA akan mengejar target electoral threshold lima persen. Itu artinya harus memiliki perwakilan lima kursi di DPRA. “Kami sudah membuat pemetaan, Insya Allah untuk mencapai electoral threshold lima persen ke depan tidak terlalu sulit,” kata Tgk Muhib--sapaan akrab Tgk Muhibbussabri.

Alasanya, sebut Muhibbussabri, melihat di periode pertama PDA mendapat satu kursi, meskipun banyak tekanan politik pascadamai. Memasuki periode kedua, lanjutnya, tekanan politik mulai berkurang tapi masih satu mendapat satu kursi. “Jadi, kami sudah menerapkan berbagai strategi, sehingga periode ketiga bisa mendapat tiga kursi di DPRA,” ujar Tgk Muhib.

Tgk Muhibbussabri menuturkan, jika priode sebelumnya mendapat tiga kursi, sehingga ke depan ia optimis bisa menambah dua kursi lagi karena tekanan politik berkurang serta masyarakat yang mulai cerdas dan berani. “Berikutnya, kami akan konsolidasi. Semua pengurus DPW kabupaten/kota yang selama ini tidak mencapai target akan dibina secara khusus,” tuturnya.

Dia menekankan, agar semua kader partai untuk menjalin komunikasi politik dengan semua partai politik baik lokal maupun nasional. Sebab, antarpartai politik bukan lawan melainkann patner. “Kalau di awal saja sudah ada gesekan, bagaimana nanti di parlemen--baik di DPRK maupun DPRA--tentu akan susah membangun sinergisitas,” pungkasnya.

Muralub PDA Tahun 2021 tersebut dihadiri delegasi dari 23 kabupaten/kota. Pembukaan Muralub PDA dilakukan Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT. Turut hadir,Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami, Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab (Waled Husaini), serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan beberapa anggota legislatif. (my)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved