Breaking News:

Persiraja 3 vs 2 PSS Sleman, Pembuktian Henrique

Tripoin menjadi milik Lantak Laju usai menghentikan perlawanan PSS Sleman, 3-2, dalam duel yang berlangsung di Stadion Madya, Jakarta

Editor: bakri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Striker Persiraja Banda Aceh, Paulo Henrique, berupaya mendapatkan bola pada pertandingan melawan PSS Sleman dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/9/2021) sore. 

PERSIRAJA Banda Aceh berhasil mencatat kemenangan pertama dalam lanjutan BRI Liga 1 Musim  2021. Tripoin menjadi milik Lantak Laju usai menghentikan perlawanan PSS Sleman, 3-2, dalam duel yang berlangsung di Stadion Madya, Jakarta, pada Sabtu (11/9/2021) sore. Dalam pertandingan itu, penyerang Persiraja asal Brazil, Paulo Henrique, mencetak brace dan menjadikannya sebagai topskor sementara hingga pekan kedua dengan torehan tiga gol. Satu gol lainnya dicetak Henrique pada match pertama saat Persiraja kalah 1-2 dari Bhayangkara FC Solo

Kemenangan itu juga menjadi pembuktian Henrique terhadap statemennya beberapa waktu lalu. Ia menyatakan ingin mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dijalani bersama Persiraja. Terbukti, di dua laga awal, Henrique selalu mencetak gol.

Pasukan besutan Hendri Susilo membuka keunggulan lewat gol cepat center bek asal Negeri Samba, Leo Lelis, pada menit ke-5. Menerima umpan dari sepak pojok, Lelis menyundul bola ke sudut gawang lawan. Skor 1-0 untuk Persiraja tak bertahan lama. Pasalnya, Sleman berhasil menyamakan kedudukan lewat gol kontroversi Irfan Bachdim pada menit 31.

Saat itu, Bachdim menendang bola dan menepis tiang. Dalam siaran ulang terlihat bola terjatuh dalam garis gawang. Awalnya, wasit tidak mengesahkan gol tersebut. Namun, setelah berdiskusi dengan pengawas pertandingan dan asisten wasit, pengadil pertandingan mengubah kebijakannya dan mengesahkan gol itu.

Keputusan tersebut langsung diprotes oleh pemain Lantak Laju. Alasannya, keputusan wasit tidak bisa diubah hanya karena melihat siaran ulang. Sebab, Liga 1 belum menerapkan sistem VAR. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, PSS yang kini ditangani Dejan Antonic berbalik unggul setelah Irkham Mila menbobol gawang Persiraja yang dikawal Fakhrurrazi Quba pada menit 46. Kemenangan tim berjulukan Super Elang Jawa, itu akhirnya sirna pada menit 68. Adalah Paulo Henrique yang mengubah skor menjadi 2-2 setelah tendangan ‘12 pas’  yang dilakukannya tak dapat dibaca oleh kiper Sleman, Ega Risky. Hadiah penalti didapat Persiraja setelah pemain PS Sleman, Mario Maslac melakukan handsball di kotak terlarang.

Gol dari Henrique mampu membangkitkan motivasi Persiraja Banda Aceh. Setelah mendapat beberapa peluang, Henrique pada menit 85 kembali mencetak gol bagi timnya sekaligus mengubah kedudukan menjadi 3-2. Henrique mencetak brace setelah memanfaatkan blunder pemain PSS Sleman. Umpan Vanja Markovic yang salah arah berhasil dituntaskan menjadi gol oleh Henrique, sekaligus memastikan Persiraja meraih poin penuh pertama pada Liga 1 musim ini.

Sebelumnya, Paulo Henrique sudah berkomitmen bahwa ia datang ke Indonesia dan membela Persiraja Banda Aceh untuk mencetak gol sebanyak mungkin. "Saya sangat senang bisa tampil baik di laga perdana setelah sekian lama menanti pertandingan ini. Saya sempat nervous (grogi) sebelum pertandingan, tapi saat laga dimainkan saya merasa semua berjalan dengan baik," kata striker yang sebelumnya bermain di Liga Malta ini, beberapa hari lalu.

"Sebagai striker saya berusaha sebaik mungkin mencari ruang dan mencetak gol, Saya berharap bisa tampil maksimal di kompetisi ini. Itulah alasan saya datang kemari, untuk membantu Persiraja. Bangkit dan tumbuh bersama menjadi kuat sebagai sebuah tim," timpal pemain yang memiliki tinggi badang 185 centimeter ini.

Subhan debut

Pemain termuda Persiraja, Subhan Fajri, diturunkan dalam laga pertandingan Persiraja vs PSS Sleman. Dalam debutnya, Subhan mampu menunjukkan permainan yang impresif. Ia memainkan peran di sebelah kiri bersama Muhammad Isa hingga berhasil merepotkan kubu PSS. Subhan Fajri merupakan alumni Garuda Select II Tahun 2019-2020, adik kandung pemain asal Aceh, Nazarul Fahmi, yang kini juga berseragam Persiraja.

Subhan merupakan rekrutan terakhir Persiraja yang dibawa dalam rombongan dari Aceh ke Jakarta. Meski masih berusia 18 tahun, namun pengalaman Subhan Fajri berlatih di Eropa diharapkan mampu menjadikan sebagai pemain masa depan Lantak Laju. Sebelumnya, pemain muda Aceh lainnya yang masih berusia 19 tahun, Ramadhan, juga menjalani debut di Liga 1 saat Persiraja melawan Bhayangkara FC pada pekan pertama.

Diguyur bonus

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dekgam, menyampaikan, setelah meraih kemenangan atas PSS Sleman, para pemainnya langsung diguyur bonus 40 juta. Menurut Dekgam, bonus dari donatur itu langsung diserahkan kepada pemain seusai laga. Tujuannya, untuk memberi motivasi dan apresiasi atas perjuangan mereka. "Terima kasih untuk para donatur yang sudah memberikan bonus," ujar Dekgam.

Ia mengapresiasi kemenangan yang diraih pemainnya. Namun, Dekgam mengaku kecewa terhadap keputusan wasit atas gol kontroversi Irfan Bachdim. Seharusnya, tambah Dekgam, keputusan wasit tidak bisa diubah hanya karena berpedoman pada siaran ulang. “Kecuali dalam Liga 1 aturan melihat siaran ulang sudah berlaku, kami tidak akan protes,” tutupnya. (mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved