Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Selatan

Terkait Masih Rendahnya PAD, Tokoh Ini Sebut Aceh Selatan Bukan tak Mampu, Tetapi Tidak Mau

Terkait hal ini, T Sukandi, tokoh masyarakat Aceh Selatan menyampaikan saran kepada Bupati Aceh Selatan

Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
T Sukandi, Tokoh Masyarakat Aceh Selatan 

Terkait hal ini, T Sukandi, tokoh masyarakat Aceh Selatan menyampaikan saran kepada Bupati Aceh Selatan, Minggu (12/9/2021) malam.

Laporan  Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Pemkab Aceh Selatan akan menggelar rapat evaluasi kwartal lll Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Setdakab Aceh Selatan, Senin (13/9/2021). 

Berdasarkan Rapat  Evaluasi Kwartal ll bulan yang lalu bahwa Realisasi PAD Aceh Selatan capaiannya baru 50% dan anggka 50% itu dinilai masih stagnan.

Terkait hal ini, T Sukandi, tokoh masyarakat Aceh Selatan menyampaikan saran kepada Bupati Aceh Selatan melalui Serambinews.com, Minggu (12/9/2021) malam.

"Untuk hal itu ada beberapa pemikiran sebagai bahan pertimbangan yang dapat kami sampaikan kepada Bupati Aceh Selatan, di antaranya lakukan efisiensi dan produktivitas di seluruh SKPK.

Perkuat Koordinasi, Kolaborasi, Intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber PAD yang sudah eksis, yang sedang dan sumber PAD yang baru,"

Di samping itu, T Sukandi juga menyarankan kepada Bupati Aceh Selatan untuk melakukan revitalisasi aset Pemerintah yang tidur untuk diaktifkan yang dikaitkan dengan peningkatan PAD.

Selain itu, segera evaluasi kinerja SKPK berbasis capaian PAD dengan melibatkan Tim Ahli untuk memotivasi kinerja SKPK.

"Tim Ahli diperlukan karena mereka tahu Sumber PAD dan mereka juga tahu capaian maksimal PAD dan yang paling penting Tim Ahli tidak dapat dibodohi oleh kepala SKPK.

Terakhir pandangan saya bahwa tidak tercapainya estimasi atau target PAD bukan semata-mata atau serta merta kesalahan Dinas Keuangan. 

Akan tetapi hal itu bisa jadi disebabkan lemahnya dukungan Sekda, Bappeda, Inspektorat dan pihak lainnya," ungkapnya.

Di samping itu, tambah T Sukandi, pengelolaan keuangan daerah benar benar mesti Akuntabel, karena untuk apa PAD tinggi kalau pengelolaan keuangan daerah buruk, sebab hal itu menurutnya setali tiga uang.

"Kota Sabang 2 kecamatan terdiri atas 18 gampong atau desa, tahun 2019 estimasi atau target PAD Sabang untuk 2020 adalah 55 M akhir Desember 2020 terealisasi Rp 61 Miliar. 

Artinya kenaikan PAD Sabang melampauI target 11 persen. Ini contoh yang sangat sederhana," ulasnya.

Maka, lanjut T Sukandi, secara rasio Sabang 2 kecamatan dengan 18 gampong.

Sedangkan Aceh Selatan 18 kecamatan dengan 260 Gampong dan Sabang hanya 3 sektor PAD, yakni sumbangan pihak ketiga, BPJS, dan Parawisata.

Sedangkan sektor PAD Aceh Selatan sangat banyak.

"Hanya persoalannya Aceh Selatan bukan tidak mampu, akan tetapi kita tidak mau," pungkasnya. (*)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved