Breaking News:

Berita Internasional

Bersiap Hadapi Peningkatan Kekuatan Militer Cina, Jepang dan Vietnam Transfer Alat Pertahanan

Rincian tentang transfer peralatan khusus, termasuk kapal angkatan laut, akan dibahas dalam pembicaraan berikutnya.

Richard Susilo
Kapal pasukan beladiri maritim Jepang (JMSDF) saat berangkat meninggalkan pelabuhan Kure Hiroshima menuju Indonesia pagi ini (26/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM, HANOI - Jepang dan Vietnam sepakat meningkatkan kerja sama melalui kesepakatan baru yang memungkinkan ekspor peralatan dan teknologi pertahanan buatan Jepang ke Hanoi.

Kesepakatan ini dilakukan di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya pengaruh militer Cina.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan kesepakatan itu, yang ditandatangani pada Sabtu (11/9/2021), meningkatkan kemitraan pertahanan kedua negara “ke tingkat yang baru”.

Jepang dan Vietnam menurutnya juga berencana memperdalam hubungan pertahanan melalui latihan bersama multinasional dan cara lain.

Baca juga: Tak Cuma Manusia, Puluhan Orang Utan di Negeri Jiran Harus Jalani Tes Swab Covid-19

Baca juga: Bantah Tudingan Marlina, Pengacara Ayah Taqy Malik: Istri Siri Banyak Utang, Model Majalah Dewasa

Baca juga: Diduga Akibat Ditolak Berfoto, Conor McGregor Nyaris Baku Hantam dengan Kekasih Megan Fox  

Rincian tentang transfer peralatan khusus, termasuk kapal angkatan laut, akan dibahas dalam pembicaraan berikutnya, kata kementerian pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan melansir Al Jazeera pada Minggu (12/9/2021).

Pertemuan Kishi dengan mitranya dari Vietnam, Phan Van Giang, di Hanoi bertepatan dengan kunjungan dua hari ke ibu kota Vietnam oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Diplomat China itu mengakhiri kunjungannya dengan mengatakan Beijing berencana untuk menyumbangkan tiga juta dosis vaksin virus corona ke Vietnam.

Dia juga mengatakan China dan Vietnam harus menahan diri dari tindakan sepihak, terkait Laut China Selatan yang dapat memperumit situasi dan memperbesar perbedaan pendapat.

Vietnam memiliki sengketa teritorial dengan China atas kelompok pulau Spratly dan Paracel di Laut Cina Selatan.

Baca juga: Dokter Jepang Rekomendasikan Ivermectin Jadi Obat Penyembuhan Covid-19

Baca juga: Perusahaan Jepang Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia

Baca juga: Pria Berpisau Serang Penumpang Kereta Komuter di Tokyo, 10 Warga Jepang Terluka

Dalam referensi terselubung terhadap tindakan China yang semakin tegas di perairan yang disengketakan, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Kishi dan Giang sepakat tentang pentingnya menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan di kawasan Indo-Pasifik, serta kerja sama di berbagai bidang pertahanan termasuk keamanan siber.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved