Breaking News:

Berita Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Marahi Pelaku Prostitusi di Meulaboh, Perintah Satpol PP Tutup Tempat Penginapan

Bupati Aceh Barat Ramli MS berang terkait adanya tempat prostitusi Meulaboh, di tengah pelaksanaan syariat Islam di Aceh dan khususnya di Aceh Barat

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Bupati Aceh Barat, Ramli MS bersama Satpol PP dan WH saat memperlihatkan mucikari dan empat orang wanita yang ditangkap di salah satu tempat penginapan di Jalan Gajah Mada Meulaboh, dalam kasus prostitusi, Senin (13/9/2021), yang berlangsung di Kantor Satpol PP dan WH. 

“Mereka boleh pulang asal dijemput oleh orang tuanya, dan untuk mucikari akan akan dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Disebutkan, para pelaku prostitusi tersebut merupakan para pendatang, masing-masing dari Medan, Aceh Selatan dan Aceh Besar dan Nagan Raya.

“Kita tidak akan membiarkan adanya pelanggaran Syariat Islam yang sedang kita galakkan saat ini, dan semua tempat penginapan akan dilakukan pengintaian.

Sehingga jika ditemukan masalah yang sama tentunya akan segera ditindak dengan mencabut izin dan menutup paksa,” tegasnya.

Baca juga: Donald Trump Khawatir Banyak Senjata AS di Afghanistan Dimanfaatkan Rusia dan China

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ramli MS juga melihat langsung satu orang mucikari dan empat orang wanita yang diduga sebagai wanita penghibur yang ditangkap di di wisma di Jalan Gajah Mada Meulaboh.

Bupati terlihat geram dengan para mucikari dan para wanita malam tersebut yang dinilai telah merusak pelaksanaan syariat Islam di Aceh Barat dengan perbuatan mereka itu.

“Kita minta kepada Satpol PP dan WH untuk meningkatkan pengawasan terkait mengantisipasi terjadinya perbuatan pelanggaran syariat islam di Aceh barat, dan kita diperintahkan untuk menutup tempat prostitusi itu,” ujarnya.

Wisma Montella tak Kantongi Izin

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra kepada Serambinews.com, Senin (13/9/2021) mengatakan, wisma montella yang berada di Jalan Gajah Mada itu diduga illegal tidak memiliki izin yang selama ini dijadikan sebagai tempat penginapan.

Baca juga: Kasus Adik Hamili Kakak Kandung, Ini Alasan Pelaku Ajak Teman dan Main Gituan Setiap Rabu

“Kita sudah minta surat izin usaha tempat penginapan, tetapi sejauh ini pemiliknya belum bisa menunjukkan bahwa mereka mengantongi izin, dan itu kita duga illegal,” kata Dodi Bima Saputra.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved