Breaking News:

Gampong Nusa Sediakan 42 Homestay bagi Wisatawan

Bagi sebagian masyarakat, sudah mengenal Gampong Nusa. Gampong yang terletak di Kecamatan Lhoknga

Editor: hasyim
FOTO IST
Pengunjung sedang beristirahat di basecamp Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, beberapa waktu lalu. 

BANDA ACEH - Bagi sebagian masyarakat, sudah mengenal Gampong Nusa. Gampong yang terletak di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, ini masuk dalam 50 besar desa terbaik di Indonesia yang mewakili Aceh dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Prestasi itu mendapat respon positif dari seluruh masyarakat di Gampong Nusa. “Semua masyarakat disini sangat bersyukur dan bangga, bahkan ada yang menanyakan apalagi yang harus dilakukan untuk Desa Nusa lebih indah dan lebih cantik,” kata Ketua Lembaga Pariwisata Nusa, Nurhayati Muhammad, baru-baru ini.

Disebutkan, keunggulan di Gampong Nusa ini adalah satu-satunya desa di Aceh yang setelah tsunami membuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. “Masyarakat di Gampong Nusa tidak dibayar tetapi murni masyarakat sendiri yang mengumpulkan sampah, sehingga bisa dibuat kerajinan tangan seperti tas, bunga, kotak tisu, kotak pensil dan sebagainya,” katanya.

Dikatakan, kerajinan tangan seperti kotak tisu yang terbuat dari sampah organik, yaitu dari dedaunan. Selanjutnya kotak pensil dari sachet deterjen, bunga juga dibuat dari dedaunan seperti pelepah pinang, bunga cemara. Serta baju, dompet, topi yang dirajut dari kantong plastik. "Artinya, mereka mencoba mengurangi plastik yang ada di kampung dengan cara seperti ini. Selain itu, selama ini Gampong Nusa juga menggali potensi yang ada dari beberapa paket wisata," tutur Nurhayati.

Beberapa paket wisata yang dianggap sebagai keunggulan Gampong Nusa, diantaranya cooking class, pembuatan pliek u, timpan,  pengelolaan asam sunti. Hal inilah yang digali menjadi potensi masyarakat sehingga mendatangkan uang bagi masyarakat di Gampong tersebut. "Kali ini ada produk baru yaitu keripik oen temurui adalah kearifan lokal yang dijadikan sesuatu yang baru," sebutnya.

Jika pada 2015 Gampong Nusa hanya mempunyai satu homestay, kini desa wisata itu sudah memiliki 42 homestay, sehingga banyak wisatawan yang datang ke Gampong Nusa ini.

"Untuk homestay sendiri partisipasi masyarakat, yang rumahnya ingin dijadikan homestay mendaftar langsung ke Lembaga Pariwisata Nusa dengan sistem bergilir, sehingga rumah-rumah mana yang akan diberikan ke wisatawan," sebutnya yang menambahkan tamu yang pernah hadir di Gampong Nusa ada yang dari Malaysia, Afrika, Turki, Amerika, Kananda dan sebagainya.

Di Gampong Nusa ini, dikatakannya, sudah menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker, menyiapkan sabun, air dan handsanitizer. Ada beberapa dari Jawa Timur, Surabaya, Padang dan Merauke, jadi sampai sekarang masih dibuka dengan syarat menunjukkan PCR dan swab atau kartu vaksin.(una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved