Breaking News:

Internasional

Junta Militer Guinea Merenungkan Presiden yang Digulingkan, Jika Dibebaskan Dapat Berbahaya

Junta militer Guinea menghadapi pilihan sulit untuk terus menahan presiden terguling Alpha Conde. Junta memiliki dua pilihan, mengabaikan tuntutan int

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kolonel Angkatan Darat Mamadi Doumbouya mengumumkan di televisi pemerintah bahwa perbatasan Guinea telah ditutup setelah penangkapan presiden negara itu 

SERAMBINEWS.COM, CONKARY - Junta militer Guinea menghadapi pilihan sulit untuk terus menahan presiden terguling Alpha Conde.

Junta memiliki dua pilihan, mengabaikan tuntutan internasional untuk grasi, atau membebaskan pemimpin kuat yang bisa membalas dendam.

Dilansir BBC, Selasa (14/9/2021), Junta militer baru-baru ini mengakhiri kekuasaan Conde di negara Afrika Barat itu.

Hal itu terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan atas keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden ketiga tahun lalu.

Pasukan khusus yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Mamady Doumbouya memberontak pada 5 September, menyerang istana presiden dan menangkap Conde yang berusia 83 tahun.

Mereka dengan cepat membubarkan pemerintah dan memasang junta militer, dengan alasan pelanggaran hak di bawah Conde.

Namun kudeta itu memicu kemarahan diplomatik yang luas dan menyebabkan seruan untuk segera membebaskan Conde.

Termasuk dari PBB, Uni Afrika dan blok Afrika Barat ECOWAS.

Baca juga: Pemimpin Kudeta Guinea Bebaskan Seluruh Tahanan Politik, Disambut Kerumunan Pendukung

Militer yang berkuasa di Guinea berjanji untuk menjaga keamanan mantan pemimpin itu, tetapi rencana mereka untuk Conde tidak jelas.

Lawan politik mantan presiden tampaknya ingin dia tetap di bawah pengawasan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved