Breaking News:

Internasional

Junta Militer Guinea Merenungkan Presiden yang Digulingkan, Jika Dibebaskan Dapat Berbahaya

Junta militer Guinea menghadapi pilihan sulit untuk terus menahan presiden terguling Alpha Conde. Junta memiliki dua pilihan, mengabaikan tuntutan int

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kolonel Angkatan Darat Mamadi Doumbouya mengumumkan di televisi pemerintah bahwa perbatasan Guinea telah ditutup setelah penangkapan presiden negara itu 

Karena mengkhawatirkan reputasinya yang ganas dan hubungan dekat dengan beberapa pemimpin Afrika.

"Kami pikir Tuan Alpha Conde pada awalnya harus tinggal bersama junta, untuk alasan keamanan untuk Guinea, tetapi juga untuk dirinya sendiri," kata Abdoulaye Oumou Sow, juru bicara kelompok oposisi FNDC.

"Kita semua tahu persahabatan yang dia miliki dengan beberapa kepala negara di sub-wilayah. Kita tahu bahwa dia kaya dan memiliki segala cara untuk ingin kembali berkuasa," tambahnya.

Mantan Perdana Menteri dan tokoh oposisi Cellou Dalein Diallo juga mengatakan pembebasan Conde bisa menjadi masalah.

"Mengenal Alpha Conde, saya tidak yakin dia bisa tetap tenang," katanya kepada AFP.

Utusan ECOWAS, yang dikirim ke ibu kota Guinea, Conakry setelah kudeta, melihat Conde pada Jumat (10/9/2021) dan melaporkan dalam keadaan sehat.

Baca juga: Pejabat Guinea Dilarang Bepergian ke Luar Negeri, Politisi Ditangkap

Itu adalah berita pertama mantan presiden sejak hari kudeta.

Seusai sebuah video menunjukkan Conde yang tampak kusut duduk di sofa, dengan jeans dan kemeja yang sebagian tidak dikancing, dikelilingi oleh pasukan.

Setelah kunjungan delegasi dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS), Menteri Luar Negeri Guinea Fanta Cisse berbicara tentang kesepakatan.

Dimana, prinsipnya untuk membebaskan Conde.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved