Breaking News:

Pesawat Komersial Kembali Mendarat di Kabul, Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan

Sebuah pesawat komersial dilaporkan mendarat di Kabul, pertama kalinya sejak Taliban berkuasa di Afghanistan

Editor: bakri
AFP/Karim SAHIB
Pesawat penumpang Qatar Airway yang membawa Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani difoto setibanya di bandara Kabul, Afghanistan, Minggu (12/9/2021) 

KABUL - Sebuah pesawat komersial dilaporkan mendarat di Kabul, pertama kalinya sejak Taliban berkuasa di Afghanistan. Bandara Internasional Hamid Karzai dibiarkan terbengkalai setelah AS dan sekutunya menarik pasukan pada 30 Agustus lalu. Milisi kemudian mengelola bandara itu dengan bantuan diberikan oleh Qatar dan sejumlah negara asing lainnya.

"Hampir tidak orang di pesawat, sekitar 10 orang. Mungkin lebih banyak kru daripada penumpang," kata seorang jurnalis AFP. Maskapai yang melakukan pendaratan perdana di Kabul sejak Taliban berkuasa adalah Pakistan International Airways (PIA) dari Islamabad.

Melanjutkan penerbangan komersial akan menjadi ujian perdana milisi yang sudah menjanjikan bakal mengizinkan warga Afghanistan pergi jika punya dokumen resmi. Banyak negara NATO mengakui, mereka tidak punya banyak waktu untuk mengevakuasi warganya maupun orang Afghanistan yang sudah membantu mereka.

Dilansir AFP Senin (13/9/2021), negara-negara NATO mengatakan mereka terjebak tenggat waktu yang disetujui AS dan Taliban. Juru bicara PIA berujar, mereka berencana untuk melanjutkan penerbangan secara reguler. Tetapi tidak menjelaskan seberapa sering penerbangan tersebut.

Bandara Qatar Airways sempat mengelola sejumlah penerbangan sewaan pekan lalu, membawa keluar orang yang tidak sempat dievakuasi. Sementara maskapai Afghanistan sudah melanjutkan penerbangan domestik mereka sejak 3 September yang lalu.

"Ini momen penting. Kami sangat senang," tutur salah satu staf bandara, berpakaian shalwar kameez biru dan rompi oranye terang. Si petugas menerangkan, dia berharap maskapai yang lain bakal kembali ke ibu kota setelah melihat Pakistan Internasional Airways.

Sebuah bus yang dicat dengan tulisan ‘Welcome to Afghanistan’ disiapkan untuk membawa penumpang ke terminal. Namun, mereka memilih berjalan kaki. Adapun sekitar 100 penumpang tengah menanti untuk kembali ke Islamabad. Kebanyakan relatif staf dari organisasi internasional.

Sementara itu, polisi Afghanistan di bandara Kabul telah kembali bekerja menjaga pos pemeriksaan dekat bandara untuk pertama kalinya sejak milisi itu merebut kekuasaan. Ketika Taliban menguasai Kabul bulan lalu untuk menggulingkan pemerintah, polisi meninggalkan pos mereka.

Mereka umumnya takut akan apa yang akan dilakukan oleh kelompok milisi. Tetapi dua petugas mengatakan mereka telah kembali bekerja pada Sabtu (11/9/2021), setelah menerima telepon dari komandan Taliban.

Pada Minggu (12/8/2021), seorang koresponden AFP di bandara melihat anggota polisi perbatasan dikerahkan di beberapa pos pemeriksaan di luar gedung utama bandara, termasuk terminal domestik. "Saya kembali bekerja kemarin setelah dipulangkan lebih dari dua minggu lalu," kata salah satu anggota kepolisian kepada AFP, yang berbicara dengan syarat anonim.

"Saya menerima telepon dari seorang komandan senior Taliban yang meminta saya untuk kembali," kata petugas lainnya. "Kemarin berjalan dengan sangat baik, senang sekali bisa melayani lagi," tambah dia.

Taliban mengeklaim mereka memberikan amnesti umum kepada semua orang yang bekerja untuk pemerintah sebelumnya, termasuk tentara, polisi, dan cabang keamanan lainnya. Para pejabat mengatakan, mereka ingin mengintegrasikan pasukan lawan, tetapi belum menjelaskan bagaimana ini akan terjadi, atau bagaimana mereka akan mempertahankan aparat keamanan yang terdiri dari sekitar 600.000 orang.

Bandara Kabul rusak parah selama evakuasi kacau lebih dari 120.000 orang yang berakhir dengan penarikan pasukan AS pada 30 Agustus. Taliban, yang menyerbu ke Kabul setelah mengusir pasukan pemerintah pada 15 Agustus, berusaha keras agar bandara ibu kota beroperasi kembali dengan bantuan teknis Qatar.

Uni Emirat Arab mendirikan jembatan udara untuk mengirimkan berton-ton bantuan ke Afghanistan, dengan pesawat yang membawa ratusan ton pasokan medis dan makanan. Seorang pegawai bandara yang menangani keamanan untuk sebuah perusahaan swasta membenarkan bahwa polisi perbatasan telah dikerahkan di sekitar bandara sejak Sabtu (11/9/2021). "Mereka berbagi keamanan dengan Taliban," katanya kepada AFP.(kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved