Breaking News:

Vaksin Terbuang di Agara Masih dalam Batas Wajar, Kemenkes Minta Pemerintah Aceh Tingkatkan Edukasi

Kabar adanya 1.921 vaksin Sinovac yang terbuang di Aceh Tenggara (Agara) menjadi isu hangat, tidak hanya di Aceh tetapi juga nasional

Editor: bakri
Vaksin Terbuang di Agara Masih dalam Batas Wajar, Kemenkes Minta Pemerintah Aceh Tingkatkan Edukasi
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI NADIA TARMIZI, Jubir Vaksinasi dari Kemenkes

BANDA ACEH - Kabar adanya 1.921 vaksin Sinovac yang terbuang di Aceh Tenggara (Agara) menjadi isu hangat, tidak hanya di Aceh tetapi juga nasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahkan ikut menanggapi kejadian tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, kepada Kompas.com menjelaskan, saat ini, tercatat sekitar 62.000 dosis vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke Kabupaten Agara.

Dari jumlah tersebut, tercatat 49.000 dosis vaksin sudah disuntikan dan 1.812 dosis vaksin tidak bisa terpakai. Selain itu sebanyak 103 dosis vaksin mengalami kerusakan. "Angka ini kita sebut wastage rate dan ini diperkirakan antara 5%-10%, jadi dalam hal ini Kabupaten Aceh Tenggara wastage rate-nya hanya sekitar 3,8%," imbuh Nadia.

Terkait ribuan dosis vaksin yang tak terpakai, menurut Nadia itu terjadi karena dua faktor. Pertama, vaksin kemungkinan rusak saat dalam proses distribusi dari kabupaten/kota ke tingkat puskesmas atau fasilitas kesehatan, dan kedua kemungkinan lantaran adanya dosis sisa yang tidak bisa dipakai.

"Karena maksimal vaksin yang dibuka hanya boleh sampai dengan 6 jam, sementara sasaran vaksinasi yang sudah terdaftar tidak datang seluruhnya. Sementara satu vial itu untuk diberikan kepada 10 orang, sehingga ini menjadikan vaksin tersebut tidak bisa digunakan," jelas Nadia kepada Kontan.co.id.

Pada daerah rural, dimana jarak antara Puskesmas dengan tempat tinggal penduduk yang cukup jauh memang menjadi salah satu tantangan pelaksanaan vaksinasi. "Jadi kejadian ini masih dalam batas wajar pengelolaan logistik vaksinasi dan pelaksanaan vaksinasi," kata Nadia.

Untuk mengantisipasi wastage rate, maka harus dipastikan sasaran vaksinasi datang sesuai dengan jadwal. Selain itu perlu juga adanya antisipasi cadangan untuk mengisi slot jika terdapat sasaran yang tidak datang saat pelaksanaan vaksinasi.

Sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan, Nadia menyebut, pemerintah daerah dapat melakukan pengalihan stok vaksin yang berpotensi tak terpakai ke wilayah sekitarnya. "Stok vaksin wilayah A dialihkan ke wilayah sekitarnya? Itu bisa sekali, itu kewenangan provinsi. Sudah ada surat dari Kemkes. Tentang kewenangan seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, selama ini provinsi Aceh termasuk daerah yang masih rendah cakupan vaksinasinya, karena beberapa faktor seperti keyakinan dan keamanan. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat vaksinasi di tengah pandemi Covid-19. "Dan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjadi contoh bagi masyarakat lainnya," pungkasnya.

Dari sejak Januari

Penjelasan yang sama juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, kepada Serambi, Senin (13/9/2021). Menurutnya, terbuangnya ribuan dosis vaksin itu merupakan hal yang wajar, karena merupakan sisa dosis yang tidak bisa digunakan lagi. Apalagi itu merupakan akumulasi dari beberapa bulan kegiatan vaksinasi.

"Ya wajar lah, itu jumlah sejak Januari sampai ke September, ya wajar sampai 1.900 yang tidak terpakai," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, kepada Serambi, Senin (13/9/2021).

Iman menjelaskan, vaksin itu sebenarnya bukan sengaja dibuang, tetapi karena memang tidak bisa dipakai lagi setelah dosis dibuka. Satu vial dosis vaksin Sinovac itu hanya bisa digunakan untuk 10 orang. Jika dosis yang telah dibuka namun sasaran vaksinasi tidak tercapai, maka dosis tersisa hanya bisa disimpan tidak lebih dari enam jam. Lewat dari itu tak bisa digunakan lagi.

“Jika melewati enam jam, maka dosis tersebut tak lagi bermanfaat jika disuntik, karena sudah tidak lagi menimbulkan kekebalan dalam tubuh. Karena itulah, ada dosis vaksin yang terbuang,” jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved