Breaking News:

Pasar Duafa Mbacang Lade Terbengkalai, Lahan Dalam Sengketa

Pasar Duafa di Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, yang dibangun tahun 2015 yang lalu ditelantarkan

Editor: bakri
For Serambinews.com
Inilah bangunan Pasar Dhuafa di Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Agara yang telantar dan kondisi bangunan terancam jadi bangunan tua. Foto direkam, Selasa (14/9/2021). 

KUTACANE - Pasar Duafa di Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, yang dibangun tahun 2015 yang lalu ditelantarkan. Kondisi bangunan seng, pintu, material bangunan raib. Bahkan, kini sudah ditumbuhi rerumputan.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperintaker) Aceh Tenggara, Ramisin SE kepada Serambi, Selasa (14/9/2021) menyebutkan, bangunan kios duafa itu sudah lama ditelantarkan. Bahkan, bagian bangunan, seperti seng, pintu, broti, dan jenis lainnya raib.

“Material bangunan kios duafa sudah banyak yang hilang akibat dicuri. Sejumlah pelaku pencurian sudah ditangkap aparat kepolisian,” terangnya.

Menurut Ramisin, bangunan Pasar Duafa ini kondisinya sudah memperihatinkan. Jika difungsikan, harus direhab dan memperbaiki fasilitas bangunan yang diembat maling. Namun, katanya, untuk saat ini, bangunan kios itu tidak bisa disentuh Pemkab Aceh Tenggara, karena lahan seluas satu hektare tempat berdirinya bangunan kios duafa itu masih dalam kasus sengketa atau digugat pihak keluarga pemilik tanah. "Sebenarnya tanah itu dari awal sudah dibebaskan Pemkab Aceh Tenggara. Tapi  kami tak tau terjadi gugatan pihak keluarga kepada Pemkab," katanya.

Terkait hal itu, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengatakan, pembebasan lahan Pasar Duafa di Mbacang Lade, Aceh Tenggara, harus ditelusuri Kejati Aceh. “Kita ingin tahu berapa besar anggaran untuk pembebasan lahan itu dan berapa harganya per meternya,” tuturnya.

Kecuali itu, tambah Askhalani, perlu juga ditelusuri bagaimana mekanisme pembebasan lahan, sehingga muncul gugatan ke Pemkab Aceh Tenggara. “Saya minta Kejati Aceh usut pengadaan tanah Pasar Duafa Mbacang Lade,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 280 pintu kios dan 368 lapak dagang yang telah dibangun pada tahun 2015 dan dibagikan kepada para pedagang pada Agustus 2016 yang lalu masih belum ditempati hingga Selasa (14/9/2021).

Sebagian bahan bangunan kios duafa sudah hilang, seperti seng, kosen dan lainnya, serta rerumputan tumbuh subur.(as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved