Breaking News:

Berita Pidie

Petani di Pidie Sering Rebutan Air untuk Turun ke Sawah, Ekses Irigasi Rusak tak Kunjung Diperbaiki

Irigasi rusak di Pidie jumlahnya sangat banyak sehingga suplai air ke sawah semakin sulit.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Irigasi skunder Tangkueng, Kecamatan Sakti, Pidie yang kondisinya rusak. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Irigasi rusak di Pidie jumlahnya sangat banyak sehingga suplai air ke sawah semakin sulit.

Anehnya, rusaknya sarana pertanian itu telah berjalan lama, tapi sayangnya belum mampu direspon pemerintah. 

Dampaknya, di Kabupaten Pidie sering gagal panen dan petani memilih tidak membajak sawah.

Hal itu terungkap dalam rapat turun ke sawah yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Pidie di Gedung Pidie Covension Center (PCC), Rabu (15/9/2021).

Keluhan tentang irigasi rusak tersebut disampaikan secara gamblang oleh Camat Mila, Nuranisah, SIP, MM dalam rapat itu.

"Saluran air Reubei yang disuplai dari aliran Sungai Keumala tejadi penyadapan air untuk wahana pemandian di Keumala,” urainya.

Baca juga: Tim Pansus DPRA Tinjau Proyek Multiyears di Simeulue, Jalan Sinabang - Sibigo Hingga Irigasi

Baca juga: Irigasi Tangkueng Sakti Masih Rusak, Petani Dihadapkan tak Bisa Tanam Padi 3.000 Hektare

Baca juga: Kemenag Aceh Timur Pacu Proses Tukar Guling Tanah Wakaf yang Terkena Pembangunan Irigasi

“Sehingga kebutuhan air di hilir tidak cukup saat jadwal musim tanam," tukas Camat Mila, Nuranisah dalam rapat turun sawah di Gedung PCC Sigli tersebut.

Kejruen Chiek Glumpang Tiga, Sulaiman mengungkapkan, saat ini Neulop Paya Raoeh telah berlumpur sehingga tidak mampu mengaliri air untuk kebutuhan petani di Glumpang Tiga. 

Untuk itu, Neulop Paya Raoeh perlu diperbaiki agar petani mampu mengairi air ke sawahnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved