Breaking News:

Berita Politik

Rumah Duafa tak Ada dalam APBA Murni, Jubir Sebut Banggar dan TAPA Sepakat Selesaikan di APBA-P

"Kami pastikan hal tersebut sangat keliru. Dan kami kira Pak Dahlan sendiri sangat mengetahui hal tersebut," kata Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA kembali dimintai komentarnya untuk menanggapi pernyataan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin yang menyebutkan Pemerintah Aceh sibuk soal realisasi pembangunan rumah duafa di anggaran perubahan.

Padahal, menurut klaim Ketua DPRA, sejak pembahasan APBA murni 2021, usulan itu tidak pernah dilakukan.

"Kami pastikan hal tersebut sangat keliru. Dan kami kira Pak Dahlan sendiri sangat mengetahui hal tersebut," kata Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Rabu (15/9/2021) malam.

Dia menjelaskan, awalnya, pada RAPBA 2021 Pemerintah Aceh mengajukan pembangunan rumah duafa sebanyak 4.430 unit.

Setelah disepakati dan dilakukan evaluasi Kemendagri, bahkan pihak Kemendagri menyampaikan untuk rumah duafa perlu penambahan agar terpenuhi menjadi 6.000 unit sesuai RPJMA dan terjadinya beberapa koreksi penting lainnya.

"Namun kemudian Banggar DPRA dan TAPA melakukan koreksi, sehingga rumah duafa ditunda dan tinggal 780 unit,” urainya.

Baca juga: Pemerintah dan DPRA Belum Bahas RAPBA-P 2021, Program Rumah Duafa & Insentif Nakes Terancam Gagal?

Baca juga: Ketua DPRA: Kok Sibuk Rumah Duafa di Perubahan, di APBA Murni Kenapa Tidak Ada?

Baca juga: Fraksi PAN DPRA Ultimatum Ketua DPRA Soal APBA-P 2021, Muchlis: Warga Telepon Saya Tanya Rumah Duafa

“Kemudian Banggar dan TAPA menyepakati dan menjadi catatan penting bahwa sepakat untuk diselesaikan pada APBA-Perubahan 2021. Sebenarnya pemerintah Aceh hanya menjalankan komitmen tersebut pada (APBA) Perubahan," terang dia.

"Intinya, saat ini kami hanya menunggu respon dari dewan terkait rencana APBA Perubahan 2021 ini. Dan terkait pro-kontra di internal DPRA, kami tidak dapat menanggapinya," pungkas Muhammad MTA.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved