Breaking News:

Jurnalisme Warga

Tarzone di BPN, Layanan yang Menguntungkan

Aplikasi layanan ini diciptakan oleh milenial Kantor BPN Aceh Besar, khususnya Seksi Penataan Pertanahan dan Pemberdayaan pada tahun 2019

Editor: bakri
Tarzone di BPN, Layanan yang Menguntungkan
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Aceh Besar

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Aceh Besar

“BU, saya mau beli tanah di daerah pegunungan. Aman tidak ya?" tanya seorang pria paruh baya kepada saya, Kamis lalu. “Untuk ngecek masuk kawasan hutan atau tidak, Bapak silakan pergi ke Kantor Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Besar di Lambaro untuk mengetahui tanah tersebut aman atau tidak. Mereka sudah memiliki layanan Tarzone lo untuk memudahkan pengecekan," kata saya. Terinspirasi dari pertanyaan di atas, minggu ini kita akan mengulik apa itu layanan Tarzone. Tarzone adalah singkatan dari zona tata ruang. Tarzone merupakan layanan pertanahan yang diciptakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Besar.

Aplikasi layanan ini diciptakan oleh milenial Kantor BPN Aceh Besar, khususnya Seksi Penataan Pertanahan dan Pemberdayaan pada tahun 2019. Layanan Tarzone ini bersifat free (gratis) tanpa dipungut biaya apa pun. Layanan Tarzone sangat praktis. Masyarakat hanya perlu menghubungi petugas Tarzone dari Kantor BPN Aceh Besar dengan cara bisa mendatangi kantornya yang berlokasi di Lambaro maupun di Jantho ataupun cukup menghubungi via telepon ke nomor 082277494950.

“Melalui Tarzone ini, cukup dengan mengetahui lokasi bisa menunjukkan lokasi tanah di peta atau dapat menunjukkan koordinat di kantor pertanahan, tanah Anda bisa diketahui berada di dalam kawasan mana. Apakah kawasan hutan atau dalam kawasan areal penggunaan lain. BPN hanya bisa menerbitkan sertifikat apabila tanah Anda berada di luar kawasan hutan dan kawasan lindung lainnya,” jelas Kepala Kantor BPN Aceh Besar, Agusman A.Ptnh. Sebagaimana kita ketahui, bumi, air, dan ruang angkasa dikuasai oleh negara.

Hal ini sesuai dalam Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hak menguasai negara itu bukan berarti negara yang memiliki, tetapi negara hadir untuk mengatur penguasaan pemilikan penggunaan tanah dan pemanfaatan tanah. "Mengatur hubungan hukum antara orang dengan orang mengenai tanah. Ini dasar hukum yang mengatur tentang tata ruang dan pengaturan pertanahan,” tambah Kepala Kantor BPN Aceh Besar.

Menurutnya, Tarzone merupakan aplikasi yang diciptakan karena banyaknya pemohon, baik masyarakat maupun pengusaha, yang lokasi tanahnya berbatasan langsung dengan sempadan kawasan hutan yang dilindungi, dan juga adanya keinginan masyarakat untuk melakukan pengembangan kawasan untuk perumahan serta pengembangan di sektor pertanian.

“Kawasan hutan, kawasan sempadan pantai, dan sempadan sawah merupakan hak kedaulatan negara yang menyeimbangkan dengan kedaulatan rakyat. Penetapan hutan dipertahankan untuk kepentingan anak cucu kita, begitu juga sempadan sungai dan sempadan laut itu ditetapkan untuk mempertahankan fungsi lindung setempat,” jelasnya lagi. “Nah, jika membuka lahan dan atau membeli tanah, hal ini salah satu yang harus diperhatikan terlebih dahulu, sebelum telanjur berbuat. Ayo pastikan lebih dulu lokasinya berada dalam kawasan aman atau tidak,” sarannya. Tarzone ini diciptakan karena banyaknya warga yang menjadi korban jual beli tanah yang tanahnya masuk dalam kawasan hutan atau tanah negara.

“Ada pemohon yang minta dilakukan pengukuran. Pada saat dilakukan pengukuran ternyata tanahnya masuk ke dalam areal sempadan sungai maupun pantai, juga kawasan hutan sehingga menimbulkan kerugian dana yang harus disetor karena telah dilakukan pengukuran,” ujar Akbar Maulana SP, staf Bidang Penataan Pertanahan dan Pemberdayaan BPN Aceh Besar. Kepala Kantor BPN Aceh Besar, Agusman memiliki ide untuk mengembangkan suatu inovasi berbasis aplikasi yang dapat memecahkan masalah ini. Sekitar Desember 2019, kepala kantor pertanahan melakukan meeting kecil dengan stafnya bernama Akbar Maulana.

Akbar adalah staf di Bidang Penataan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dalam meeting kecil tersebut bagian ini berkomitmen harus menciptakan aplikasi untuk inovasi terbaru agar masalah di lapangan dapat terselesaikan. Akbar Maulana lengkapnya, saya sering menyapanya dengan Akbar. Akbar merupakan alumnus Prodi Ilmu Tanah yang memiliki latar belakang di bagian pemetaan dan ahli analisis kesesuaian lahan.

Dari ilmunya inilah Akbar dapat menciptakan aplikasi layanan Tarzone. Melalui layanan ini masyarakat bisa merasakan kemudahan akan perkembangan kawasan baik untuk perumahan maupun pertanian. Masyarakat bisa merasakan kemudahan dalam pengembangan kawasan baik untuk perumahan, maupun untuk pertanian yang difasilitasi untuk analisis kesesuaian lahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved