Breaking News:

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi 1,7 Persen, Kini Jadi Rp 5.944 Triliun Per Juli 2021

Kini utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menjadi sebesar 415,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp5.944 triliun (kurs Rp14,300).

Editor: Faisal Zamzami
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2021 naik 1,7 persen dibanding tahun lalu.

Kini utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menjadi sebesar 415,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp5.944 triliun (kurs Rp14,300).

Dari jumlah itu, ULN pemerintah sebesar 205,9 miliar dollar AS dan ULN swasta 207 miliar dollar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN pemerintah naik 3,5 persen dari Juli 2020, karena ada penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Sesuai strategi pembiayaan yang telah ditetapkan, Pemerintah juga menerbitkan SBN dalam dua mata uang asing (dual-currency) yaitu dollar AS dan Euro pada bulan Juli 2021 untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

"Termasuk untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19," tambahnya.

Erwin menjelaskan, ULN pemerintah Juli 2021 aling banyak digunakan untuk sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8 persen), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2 persen), sektor jasa pendidikan (16,4 persen), sektor konstruksi (15,4 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (12,6 persen).

Namun menurut Erwin, ULN Pemerintah aman karena 99 persennya memiliki tenor jangka panjang.

Baca juga: Satgas BLBI Panggil Keluarga Bakrie, Tagih Utang Rp 22,67 Miliar

Baca juga: Impian Timor Leste Kandas Karena Covid-19, Uang Rp 264 Triliun Hasil Utang dari China Jadi Ampas

Sementara itu, ULN swasta naik 0,1 persen dibanding Juli 2020. Penyebabnya, adalah pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 1,5 persen.

Sedangkan ULN lembaga keuangan, justru turun 5,1 persen dibanding Juli tahun lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved