Breaking News:

Berita Aceh Utara

Awas, Bekas Galian Kabel Ancam Pengguna Jalan di Aceh Utara

Lubang galian penanaman kabel optik telekomunikasi yang ada di sisi ruas jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, sangat membahayakan.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Lubang galian penanaman kabel optik telekomunikasi yang ada di sisi ruas Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, kesannya saat ditutup asal-asalan dan hal itu dapat mengancam bahaya bagi pengguna jalan, Kamis (16/9/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Lubang galian penanaman kabel optik telekomunikasi yang ada di sisi ruas Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, kesannya saat ditutup asal-asalan dan hal itu dapat mengancam bahaya bagi pengguna jalan.

“Setahu kami lubang galian untuk penanaman kabel optik telekomunikasi ini sudah lama dan kesannya seperti ditutup asal jadi.

Sehingga didalam lubang itu tidak padat, dan sering terperosok kenderaan ke bekas galian tersebut," kata seorang warga," Zulkifli (34) kepada Serambinews.com, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sudah seperti didalam gua. Karena untuk penutupan galian, hanya ditutup di atasnya saja, sedangkan di dalamnya tidak padat.

Dan kondisi tersebut tentu sangat mengganggu pengguna jalan, dan pemilik usaha yang ada didekat galian tersebut.

"Bahkan kemarin sore sebuah mobil terjatuh ke dalam lubang bekas galian kabel tersebut," katanya.

Baca juga: VIDEO Cerita Rizki Latih Tari Likok Pulo di India dan Cerita Nikah dengan Syarat Mau Ikut ke India

Baca juga: Pria 25 Tahun Bunuh Tetangga, Pelaku Pukul Korban Pakai Gagang Cangkul

Baca juga: VIRAL Gadis Ini Ngaku Diperlakukan Pacar Bak Ratu, Malah Dituding Pacaran Karena Uang

Namun sambungnya, sampai saat ini belum diketahui kabel tersebut milik perusahaan telekomunikasi siapa?.

"Tapi kalau tidak salah, saya pernah mendengar galian tersebut milik salah satu perusahaan telekomunikasi jaringan Smartfren," sebutnya.

Ditambahkannya, siapapun dan dari perusahaan mana, ini harus ada yang bertanggungjawab atas pekerjaan bekas galian kabel telekomunikasi itu.

"Dikhawatirkan ini mengancam bahaya pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. 

Dan saat hujan juga sudah mulai sering mengguyur sehingga tanah basah dan mudah terperosok kedalam," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved