Breaking News:

Sepak Terjang Presiden Timor Leste Francisco Guterres, Pernah Gabung Gerakan Kemerdekaan Lawan RI

Presiden Timor Leste Francisco Guterres alias Lu-Olo, lahir di Ossu, Viqueque, Timor Portugis, 7 September 1954.

Editor: Amirullah
via intisari
Francisco Guterres, Presiden Timor Leste saat ini. 

Pada tahun 1976, setelah penangkapan Francisco da Silva, dia menjadi penggantinya sebagai sekretaris Fretilin untuk wilayah pesisir timur di Matebian.

Pada tahun 1978, ia menjadi komisaris yang didelegasikan untuk wilayah Ponte Leste dan pada 1984, jadi Komisaris Politik Nasional.

Pada tahun 1987, pemimpin partai Xanana Gusmao, meninggalkan Fretilin untuk mengambil alih kepemimpinan politik organisasi payung baru semua partai kemerdekaan di Timor Timur, Dewan Pertahanan Nasional Rakyat Maubere (CNRM), yang kemudian menjadi CNRT.

Falintil pun berada di bawah CNRM dan kepemimpinan Fretilin lantas mengambil alihnya pada 1988.

Guterres pun menjadi salah satu dari tiga deputi di Ma'huno Bulerek Karathayano, sekretaris Komite Arahan Fretilin (CDF).

Setelah kematian Nino Konis Santana pada tahun 1998, Guterres mengambil alih jabatan sekretaris di CDF.

Setelah pengunduran diri presiden Indonesia Soeharto, di kongres Fretilin di Sydney pada bulan Agustus, Guterres menjadi Koordinator Umum Dewan Presiden, yang menggantikan CDF.

Setelah Referendum kemerdekaan Timor Leste 1999, di mana Guterres memberikan suaranya, dia pergi ke kamp pengumpulan untuk para pejuang Falintil pertama di Remexio, kemudian di Aileu, di mana ia tetap tinggal sampai penarikan pasukan Indonesia.

Setelah kemerdekaan, Guterres mengorganisasi pembangunan kembali Fretilin menjadi partai yang demokratis.

Pada Mei 2000, ia mengambil alih kursi kepresidenan Konferensi Nasional Fretilin, dan pada 15 Juli 2001, dia terpilih sebagai Ketua Partai.

Dua bulan kemudian, dia terpilih sebagai Ketua Majelis Konstituante Timor Timur.

Ketika Timor Leste resmi merdeka pada 20 Mei 2002, di mana Guterres membaca deklarasi pemulihan Republik Demokratik Timor Timur pada tengah malam, Guterres terpilih sebagai Ketua Parlemen.

Pada 2007 dan 2012, Guterres kembali mencalonkan diri sebagai anggota Parlamento Nacional Timor Leste dalam daftar pertama Fretilin. Meskipun masuk ke parlemen, dia tidak bergabung dengan DPR.

Dalam pemilihan presiden pada 9 April 2007, Guterres bersaing untuk Fretilin dalam pemilihan presiden, namun kalah.

Dalam pemilihan presiden 2012 tanggal 17 Maret, Guterres juga belum beruntung.

Hingga pada 2017, Guterres memasuki kembali pemilihan presiden untuk ketiga kalinya dan akhirnya berhasil menjadi presiden Timor Leste.

Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Presiden Timor Leste Saat Ini, Sepak Terjangnya Hadapi Pasukan Indonesia hingga Duduk di Kursi Nomor Satu

Baca juga: Sempat Dirumor Akan Bangkrut, Timor Leste Kini Ketiban Rezeki Nomplok dari Sumur Minyak Ini

Baca juga: Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Cerdas Presiden Habibie Melepaskan Timor Leste

Baca juga: Inilah Negara Eropa yang Menghasut Timor Leste Untuk Merdeka dari Indonesia

Baca juga: Karena Ketergantungan Hal ini Setelah Merdeka, Timor Leste Bak Jadi Ladang Uang bagi Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved