Breaking News:

Pengasuh Ponpes di Sumsel Lecehkan 26 Santrinya, Motifnya Karena Penasaran dan Kepuasan

Pengasuh sekaligus pengajar ponpes itu tega melecehkan para santrinya. Hingga kini, sudah ada 26 korban yang mengaku dilecehkan JN.

Editor: Amirullah
TribunSumsel.com/Shinta
Tersangka JN, pengasuh Pondok Pesantren di Ogan Ilir diduga lecehkan belasan santri. (TribunSumsel.com/Shinta) 

SERAMBINEWS.COM  - Pengasuh sekaligus pengajar dalam lingkungan pondok pesantren (ponpes) terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) tega melecehkan para santrinya.

Kasus ini melibatkan seorang pemuda berusia 22 tahun, JN sebagai pelaku.

Hingga kini, sudah ada 26 korban yang mengaku dilecehkan JN.

Semua korban adalah anak laki-laki yang masih di bawah umur.

Dihimpun dari TribunSumsel, Jumat (17/9/2021), aksi bejat JN mulai terbongkar dari kecurigaan seorang orang tua santri.

Sebab, santri tersebut mengeluhkan sakit di bagian sensitif tubuhnya.

Setelah ditanya lebih lanjut, barulah terungkap korban mengalami tindakan asusila saat berada di ponpes tempatnya menimba ilmu.

Setelah digali keterangannya, terungkap perbuatan itu dilakukan oleh pamong atau walinya di asrama berinisial JN.

Tak terima dengan hal tersebut, orang tua korban lalu membuat laporan ke Polda Sumsel, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Kronologi RI Invasi ke Timor Leste, Rakyat Bumi Lorosae Serukan Merdeka Setelah Soeharto Digulingkan

Pelaku ditangkap

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved