Breaking News:

Produksi Air Bersih Turun 40 Persen, Muka Air Baku Berkurang

Produksi air bersih yang diolah PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, sejak sebulan terakhir mengalami penurun drastis

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Permukaan air baku dipompa intake PDAM Tirta Daroy turun hingga 2 meter dari keadaan nomal, akibat bocornya bendung karet sejak beberapa bulan lalu. Kondisi itu diperparah dengan tidak turunnya hujan saat ini. 

BANDA ACEH - Produksi air bersih yang diolah PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, sejak sebulan terakhir mengalami penurun drastis. Dalam beberapa hari ini saja, penurunan produksi sudah mencapai 40 persen.

Penurunan produksi tersebut disebabkan berkurangnya permukaan air baku, sehingga volume air yang dipompa intake di Krueng Aceh, untuk kebutuhan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air Lambaro tak menjadi berkurang.

Direktur Utama (Dirut)  PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, T Novizal Aiyub atau yang akrab disapa Ampon Yub kepada Serambi, Kamis (16/9/2021) mengatakan, akibat turunnya permukaan air, produksi WTP Lambaro berkurang 30 hingga 40 persen.

Sehingga dari total produksi pada hari normal sekitar 800 liter kubik per detik, kini hanya bisa memproduksi 550-600 liter kubik per detik. Sedangkan volume air di bendungan Krueng Aceh yang biasa mencapai 2 meter, kini hanya tersisa 70-80 cm lagi.

"Biasa ada air di Krueng Aceh itu sekitar 2 meter, sekarang di tempat dalam itu hanya tersisa 80 cm lagi airnya. Makanya jumlah produksi kita menurun hingga 30 persen," ujar Ampon Yub.

Kondisi berkurangnya debit air sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir. Dampaknya, beberapa pelanggan menjadi kesulitan mendapatkan suplai air bersih.

"Kawasan yang biasa sulit-sulit air, sekarang jadinya makin sulit, karena harus kita gilir, khususnya pelanggan yang di ujung-ujung pipa," ujarnya.

Menjelaskan, diprediksi ada 2 ribu pelanggan yang terganggu, seperti Wilayah Jeulingke, Lamdingin, hingga Lampulo. Sementara pelanggan di Kecamatan Meuraxa, meski di ujung pipa namun masih stabil, karena adanya Reservoir Taman Sari.

Ia menambahkan, untuk fasilitas umum seperti masjid, meunasah, dan sekolah yang kekurangan air, saat ini pihaknya memberikan pelayanan antar dengan mobil tangki.

Untuk wilayah Aceh Besar, PDAM Tirta Mountala masih berproduksi dengan normal, sehingga belum ada gangguan suplai untuk pelanggan. Hal itu karena jumlah produksinya lebih kecil dibandingkan Banda Aceh, sehingga turunnya permukaan tidak terlalu berpengaruh.

Direktur Utama PDAM Tirta Mountala, Ir Sulaiman mengakui jika debit airnya Krueng Aceh berkurang sejak beberapa hari terakhir. Namun produksi pada dua WTP milik Tirta Mountala di Lambaro masih normal, yaitu 240 liter kubik perdetik.

"Kami masih bisa memasukkan air dari sungai ke dalam kanal khusus dengan mesin pompa, lalu baru disedot untuk produksi," ujarnya.

Namun, katanya, jika musim kemarau terus berlanjut hingga beberapa hari kedpan, maka pihaknya juga akan mengalami gangguan produksi, seperti halnya PDAM Tirta Daroy.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved