Breaking News:

BBM Nelayan

Gunakan Minyak Nonsubsidi, Nelayan Lhok Teunom Kesulitan dapat BBM dari SPBU

Untuk nelayan Lhok Teunom setiap harinya membutuhkan kurang lebih 1,2 ton minyak jenis pertalite untuk melaut.

Penulis: Riski Bintang | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Para nelayan di Ujong Blang, Kuala Bireuen, Minggu (5/9/2021) sedang menarik pukat darat. 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Sejumlah nelayan di kecamatan Teunom Aceh Jaya mengeluh terbatasnya minyak yang mereka dapatkan dari SPBU.

Panglima Laot Lhok Teunom Yunus yang dihubungi Serambinews.com, Minggu (19/9/2021) menjelaskan hampir beberapa hari terakhir dirinya bersama dengan nelayan lainnya tidak mendapat BBM yang cukup.

Padahal, tambah Yunus, minyak yang mereka gunakan bukanlah minyak yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Kami pakai BBM jenis pertalite karena boat kami, boat kecil-kecil, tapi selama beberapa hari ini kami tidak mendapatkan minyak yang cukup," ungkapnya.

Baca juga: Jepang Mulai Pamer Kekuatan Militer, Gelar Latihan Skala Nasional Setelah 30 Tahun

Menurutnya, pada Sabtu (20/09/2021) lalu, bahkan pihak pengelola SPBU tidak memberikan sedikit pun minyak kepada sejumlah nelayan yang sudah mondar-mandir meminta beli minyak ke pengelola SPBU.

Untuk nelayan Lhok Teunom setiap harinya membutuhkan kurang lebih 1,2 ton minyak jenis pertalite untuk melaut.

"Yang kita pakai bukan BBM bersubsidi, tapi kenapa kita sangat sulit mendapatkannya, kalau dari SPBU katanya tidak diberikan lantaran stok mereka hanya 8 ton yang diterima dari biasanya 16 ton," tandasnya.

Baca juga: Visi Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM Generasi Muda Untuk Memimpin Indonesia Kedepan

Yunus juga menyebutkan, kondisi kelangkaan dan keterbatasan minyak tersebut membuat sejumlah nelayan kebingungan lantaran tidak dapat menyelesaikan target kerja yang berimbas pada penghasilan yang kecil.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengharapkan agar para pihak terkait untuk menyikapi permasalahan ini sehingga kondisi sulit yang dialami nelayan saat ini tidak berkelanjutan dan segera tertangani.

"Kita beli, bukan minta, harga beli juga sama kan itu bukan minyak subsidi, jadi semoga masalah ini diselesaikan oleh pihak terkait terutama Pertamina dan Pemkab Aceh Jaya," tandasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved