Breaking News:

Produksi Film

Setelah Sukses di Teater, Kini Novel Kura-Kura Berjanggut Diangkat ke Film

Karya yang saat ini sudah masuk bagian akhir pengambilan gambar ini akan ditayangkan pada 22 Oktober 2021.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Sutradara, penulis naskah, hingga pemain film Kura-Kura Berjanggut di Negeri Rempah saat konferensi pers Sabtu (19/9/2021) di studio Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh –Sumut, Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah sebelumnya sukses saat diadaptasi ke panggung teater, kini novel Kura-Kura Berjanggut karya Azhari kembali akan diangkat dalam sebuah film dengan judul “Kura-Kura Berjanggut di Negeri Rempah”.

Produksi film itu atas dukungan Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh –Sumut, serta akan ditayangkan di Indonesiana TV. Produksi film itu juga dalam rangka Festival Bumi Rempah Nusantara untuk Dunia tahun 2021.

Karya yang saat ini sudah masuk bagian akhir pengambilan gambar ini akan ditayangkan pada 22 Oktober 2021.

Kurator Festival Bumi Rempah Nusantara, Rama Soeprapto dalam konferensi pers, Sabtu (19/9/2021) menyampaikan, kisah film ini dimulai dengan nuansa beberapa alaf yang lalu, ketika bangsa dan niaga belum ada.

Sementara, manusia sedang bertahan dalam persaingan, penyakit, dan kelaparan yang jika lolos akan membuat manusia menjadi satu-satunya penguasa di bumi.

Pesaing utama manusia saat itu adalah Kura-Kura Berjanggut, makhluk cerdas tetapi lambat yang percaya pada bumi bulat dan mengitari matahari. Perseteruan antara manusia dan Kura-Kura Berjanggut dipicu oleh biji neraka atau merica yang banyak tumbuh di dekat sebuah mata air.

Baca juga: Aktivis Desak DPRK Bener Meriah Tolak APBK-P Jika Tak Bisa Akomodir Gaji Honorer

Baca juga: Layanan VoLTE Telkomsel Kini Hadir di 219 Kota

Manusia yang ingin mengeksploitasi kelezatan dan faedah biji neraka mendapat tantangan keras dari Kura-Kura Berjanggut yang menurutnya kegiatan itu akan membuat bumi berhenti berputar.

Alur cerita menuju ke abad 17 di Lamuri, sebuah kesultanan yang terletak di kerongkongan Selat Malaka.

Negeri ini saat itu baru saja babak belur dihajar banjar besar. Penyakit dan kelaparan adalah dua imbas yang harus diatasi Sultan Nuruddin atau Anak Haram, penguasa negeri itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved