Breaking News:

Internasional

Taliban Perintahkan Pegawai Perempuan Tetap di Rumah, Kecuali Pekerjaan Khusus Wanita

Taliban telah memerintahkan pegawai perempuan tetap bekerja di rumah dan tanpa harus ke kantor. Khususnya pekerjaan yang hanya diperbolehkan bagi

Editor: M Nur Pakar
AP
Para wanita melakukan demonstrasi, menuntut hak-hak perempuan, bekerja dan sekolah di Kabul, Afghanistan, Jumat (3/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Taliban telah memerintahkan pegawai perempuan tetap bekerja di rumah dan tanpa harus ke kantor.

Khususnya pekerjaan yang hanya diperbolehkan bagi mereka yang tidak dapat digantikan oleh laki-laki.

Wali Kota Kabul, Ibu Kota Afghanistan, Minggu merinci pembatasan terbaru pada perempuan oleh penguasa baru Taliban.

Keputusan untuk mencegah sebagian besar pegawai perempuan kembali ke pekerjaan menjadi tanda lain Taliban menegakkan tindakan keras terhadap wanita.

Dilansir AP, Minggu (19/9/2021), padahal ada janji awal oleh beberapa orang, mereka akan toleran dan inklusif.

Dalam pemerintahan mereka sebelumnya pada 1990-an, Taliban melarang anak perempuan dan perempuan dari sekolah, pekerjaan dan publik.

Baca juga: Wanita Afghanistan Membalas Taliban dengan Kampanye #DoNotTouchMyClothes

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah baru Taliban mengeluarkan beberapa dekrit yang membatalkan hak-hak anak perempuan dan perempuan.

Juga memberi tahu siswa sekolah menengah, perempuan tidak dapat kembali ke sekolah untuk saat ini.

Sedangkan anak laki-laki dapat melanjutkan studi akhir pekan ini.

Mahasiswa perempuan diberitahu studi akan dilakukan dalam pengaturan yang dipisahkan berdasarkan gender.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved