Breaking News:

Internasional

Badan Kekayaan Intelektual PBB Sebut Virus Corona Tak Halangi Inovasi Teknologi Terus Berlanjut

Badan kekayaan intelektual PBB, Senin (20/9/2021) mengatakan inovasi teknologi terus bergerak maju tahun lalu.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Selebaran / Apple Inc.
CEO Apple Tim Cook dengan iPhone 13 Pro Max dan Apple Watch Series 7 selama acara khusus di Apple Park di Cupertino, California, AS pada 14 September 2021. 

“Inovasi itu tangguh, bahkan lebih tangguh dari yang kami harapkan,” kata Direktur Jenderal WIPO Daren Tang.

“Apa yang telah dilakukan Covid-19, mengganggu industri tertentu, tetapi mempercepat industri tertentu lainnya,” kata Tang.

Dia menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AP di kantornya yang menghadap ke Danau Jenewa, Swiss

“Tidak mengherankan komunikasi, perangkat keras, perangkat lunak, TIK, ini adalah sektor yang telah berjalan dengan baik serta sektor medis dan biotek," jelasnya.

Baca juga: Provinsi Aceh Masuk 3 Besar Lomba Inovasi TTG Nasional

Indeks tersebut memeringkat 132 negara, ditambah ekonomi seperti Hong Kong.

Dimana muncul setahun setelah WIPO mengatakan investasi dalam inovasi mencapai rekor tertinggi pada 2019, tingkat kenaikan tahunan sebesar 8,5 persen.

Perusahaan teknologi top seperti Apple, Microsoft dan Huawei meningkatkan investasi rata-rata sekitar 10 persen tahun lalu.

Investasi modal ventura juga melonjak, sebuah tren yang berlanjut tahun ini, kata WIPO.

Sementara Amerika Serikat dan China telah mendorong peningkatan R&D dalam beberapa tahun terakhir ini.

Negara-negara lain seperti Turki, Vietnam, India, dan Filipina yang disebut negara-negara TVIP telah meningkat secara konsisten dalam peringkat selama lima tahun terakhir.

Baca juga: Kemendagri Paparkan Daerah yang Belum Laporkan Inovasi dalam Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021

Swiss secara konsisten memimpin peringkat selama lima tahun terakhir ini.

Secara keseluruhan, laporan WIPO pada indeks mengatakan:

“Lanskap inovasi global berubah terlalu lambat. … Ada kebutuhan mendesak untuk perubahan ini."(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved