Breaking News:

Internasional

Korea Utara Kecam AS, Kesepakatan Kapal Selam dengan Australia, Ancam Perlombaan Senjata Nuklir

Korea Utara mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia.

Editor: M Nur Pakar
AP
Kapal selam serang cepat Virginia, USS Missouri (SSN 780) berangkat dari Pangkalan Gabungan Pearl Harbor-Hickam untuk penempatan terjadwal di wilayah Armada ke-7 pada 1 September 2021. 

Prancis mengecam langkah itu, menuduh Australia menyembunyikan niatnya mundur dari kontrak 90 miliar dolar Australia ($ 66 miliar) dengan Naval Group Prancis.

Dimana, akan membangun 12 kapal selam diesel-listrik konvensional untuk Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyalahkan peralihan pada lingkungan strategis yang memburuk di Indo-Pasifik.

Dia merujuk yang jelas atas pembangunan militer besar-besaran China yang semakin meningkat.

Rupanya menyinggung keluhan Prancis, pejabat Korea Utara mengatakan Amerika Serikat dituduh melakukan penikaman dari belakang bahkan oleh sekutunya.

Baca juga: Rudal Jelajah Jarak Jauh Korea Utara Ini Bikin Amerika Ketakutan, Dilengkapi Hulu Ledak Nuklir

Korea Utara yakin kesepakatan itu akan menghancurkan perdamaian.

Bahkan, stabilitas kawasan dan sistem non-proliferasi nuklir internasional serta memicu perlombaan senjata nuklir.

“Situasi yang ada menunjukkan sekali lagi memperkuat kemampuan pertahanan nasional dari perspektif jangka panjang tidak boleh mengendur sedikit pun," tambah pejabat Korut itu.

"Hal itu untuk mengatasi lingkungan keamanan internasional yang selalu berubah,” Kantor Berita Pusat Korea, KCNA mengutip pejabat itu.

Korea Utara menangguhkan pengujian bom nuklir dan rudal balistik jarak antarbenua yang dapat menghantam daratan AS pada 2018.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved