Breaking News:

Internasional

Korea Utara Kecam AS, Kesepakatan Kapal Selam dengan Australia, Ancam Perlombaan Senjata Nuklir

Korea Utara mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia.

Editor: M Nur Pakar
AP
Kapal selam serang cepat Virginia, USS Missouri (SSN 780) berangkat dari Pangkalan Gabungan Pearl Harbor-Hickam untuk penempatan terjadwal di wilayah Armada ke-7 pada 1 September 2021. 

Dimana Kim Jong Un memprakarsai diplomasi dengan mantan Presiden Donald Trump untuk mencabut sanksi.

Negosiasi nuklir antara Washington dan Pyongyang telah terhenti sejak runtuhnya pertemuan Trump-Kim kedua pada 2019.

Saat itu, Amerika Serikat menolak tuntutan Korea Utara untuk pencabutan sanksi besar dengan imbalan pembongkaran fasilitas nuklir yang sudah tua.

Itu sama saja dengan penyerahan sebagian kemampuan nuklir Korea Utara.

Korea Utara terus menguji senjata jarak pendek, mengancam sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang.

Tindakan Korut itu sebagai upaya nyata menekan pemerintahan Biden atas diplomasi yang telah terhenti.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Korea Utara Gelar Parade Militer Tanpa Pegang Senjata, Sedang Krisis?

Bulan ini, Korea Utara menguji coba rudal jelajah baru yang pada akhirnya akan dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir.

Juga mendemonstrasikan sistem baru untuk meluncurkan rudal balistik dari kereta api.

Peluncuran Korea Utara dari gerbong kereta pada Rabu (15/9/2021) hanya beberapa jam sebelum Korea Selatan melaporkan uji coba pertama rudal balistik dari kapal selam.

Tampilan ganda militer mungkin menyoroti kembalinya ketegangan di wilayah tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved