Breaking News:

Berita Banda Aceh

43 Petugas Rampungkan Pelatihan Manajemen Keselamatan Konstruksi di Balai Jasa Konstruksi

Kegiatan ditutup oleh Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh, M Hilal, Senin (20/9/2021) siang di Aula Balai Jasa Kontruksi Wilayah (

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Para petugas kontruksi usai menyelesaikan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Bidang PUPR, Senin (20/9/2021) siang di Aula Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I, Darussalam, Banda Aceh. 

Kegiatan ditutup oleh Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh, M Hilal, Senin (20/9/2021) siang di Aula Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I, Darussalam, Banda Aceh.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 43 petugas kontruksi menyelesaikan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Bidang PUPR.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh, M Hilal, Senin (20/9/2021) siang di Aula Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I, Darussalam, Banda Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I dengan PT Harum Jaya, berlangsung 16-20 September 2021.

Sebanyak 43 peserta dalam kegiatan tersebut berasal dari unsur pemerintah hingga pengguna jasa kontruksi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh, M. Hilal mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017.

“Kami mengingatkan kepada semua penyedia jasa dan pengguna jasa itu harus memiliki sertifikat ini, sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang,” kata Hilal, Senin (20/9/2021).

Dia menjelaskan, dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 disebutkan bahwa setiap tenaga kerja kontruksi wajib memiliki sertifikat sebagai pengakuan keahlian terampil dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kenapa diwajibkan? karena selama ini kita lihat banyak sekali terjadi kecelakaan pada proyek, baik kecelakaan secara pribadi, kontruksi juga.

Makanya setiap insan pelaksana kontruksi itu diwajibkan memiliki dan mereka harus diberi bimbingan teknis tentang K3,” ujarnya.

Hilal mengatakan, keselamatan kontruksi yang dimaksud bukan hanya pada kontruksinya, tetapi dari manajemen. Dimulai dari penerimaan kontrak, pelaksanaan kontrak, kualitas pengerjaan hingga serah terima.

“Berhasil gunalah, jadi itu harus diberi bimbingan. Makanya, hari ini PT Harum Jaya bekerja sama dengan Balai Jasa Kontruksi untuk mewujudkan amanat Undang-undang nomor 2 Tahun 2017,” sebut Hilal.

Sementara itu, Direktur PT Harum Jaya, Mansur S menilai pentinganya bimbingan teknis petugas keselamatan kontruksi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved