Breaking News:

Berita Nagan Raya

Disorot GeRAK Soal Amdal, DLH Nagan Raya Hentikan Paksa Aktivitas Pengerukan Tanah di Suak Puntong

"Kami sudah sampaikan kepada pihak mereka untuk menghentikan kegiatan, sebelum mengurus izin kegiatan itu," katanya.

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Dok. GeRAK
Lokasi pengerukan di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Minggu (19/9/2021). 

"Kami sudah sampaikan kepada pihak mereka untuk menghentikan kegiatan, sebelum mengurus izin kegiatan itu," katanya.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nagan Raya menghentikan paksa aktivitas pengerukan dan pemerataan tanah di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, kabupaten setempat, Senin (20/9/2021) siang. 

Pasalnya, kegiatan itu ke depan akan dibangun sebuah stokpile (tempat penumpukan) batubara yang diduga belum mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdal).

Tim DLH turun ke lokasi, setelah mendapat laporan dan sorotan dari Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat. 

Sempat disebut-sebut, perusahaan yang akan melakukan kegiatan di Suak Puntong adalah PT Prima Bara Mahada (PBM) yang berkantor di Meulaboh, Aceh Barat dengan lokasi tanah yang sedang diratakan dengan luas diperkirakan 20 hektare.

Tim DLH turun meliputi Kabid Pengawasan Samsul Kamal dan Kabid Amdal Cut Auriza Satifa.

Dalam kesempatan itu, tim Polres Nagan Raya juga turun yakni, Kasat Reskrim AKP Machfud dan sejumlah personel. 

Baca juga: Kajian Amdal Dikebut, Tamsar 27 akan Menjadi Pusat Agrowisata

Tim menemui sejumlah pekerja yang sedang meratakan tanah menggunakan alat berat.

Plt Kadis DLH Nagan Raya, Jufrizal ditanyai Serambinews.com, Selasa mengatakan, timnya turun ke lokasi mengecek laporan masyarakat. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved