Breaking News:

Opini

Keistimewaan Pakai Cadar di Masa Pandemi Covid-19

Penggunaan cadar semakin menjadi istimewa bagi kaum muslimah di masa pandemi Covid-19.

Editor: hasyim
Keistimewaan Pakai Cadar di Masa Pandemi Covid-19
IST
DIVA NADIA, Mahasiswi Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry dan Anggota Komunitas Menulis Pematik, melaporkan dari Pidie Jaya

Oleh. DIVA NADIA
Mahasiswi Ilmu Politik FISIP UIN-Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Penggunaan cadar semakin menjadi istimewa bagi kaum muslimah di masa pandemi Covid-19. Keistimewaan tersebut berupa keleluasan kaum muslimah untuk tetap konsisten menggunakan cadar dalam berbagai aktivitas sosialnya.

Hal ini dikarenakan penggunaan cadar, selain sebagai ibadah sunah, juga dapat berguna sebagai upaya untuk mencegah masuknya virus corona yang ada dan menyebar melalui udara.

Para pengguna cadar sebelum masa pandemi memang sudah istimewa, tapi menjadi lebih istimewa di saat pandemi Covid-19 datang dan mengancam kesehatan umat manusia.

Menjadi semakin istimewanya penggunaan cadar di masa pandemi disebabkan oleh tiga manfaat yang insyaallah akan diperoleh pemakainya. Tiga manfaat tersebut adalah dapat terlindung dari pandangan orang yang bukan mahram, dapat terlindung dari serangan virus corona yang tidak kelihatan secara kasatmata, serta dapat melindungi orang lain dari virus yang kemungkinan sudah ada di dalam diri.

Keistimewaan penggunaan cadar di kalangan muslimah ini juga akan semakin menyakinkan jika kita dapat mengetahui latar belakang atau dasar hukum penggunaannya. Menurut keterangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cadar berarti kain penutup kepala atau muka (bagi perempuan). Adapun dalam bahasa Arab, cadar disebut dengan niqab. Cadar atau niqab sudah biasa digunakan oleh perempuan di gurun pasir, bahkan kebiasaan ini berlangsung sejak zaman sebelum datangnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Menurut sejumlah riwayat, Rasulullah tidak pernah melarang penggunaan cadar, tapi tidak juga mewajibkannya. Demikian juga hukum memakai cadar menurut beberapa mazhab dalam Islam. Menurut Mazhab Hanafi, cadar itu sunah yang dianjurkan. Sunah tersebut dapat menjadi wajib apabila menampakkan wajah dapat menimbulkan fitnah. Adapun dalam Mazhab Maliki, sebagian ada yang mewajibkan wanita muslimah untuk bercadar kecuali dalam kondisi darurat, sebagian ada yang hanya menganjurkan atau sunah, tapi menjadi wajib apabila paras wanita tersebut sangat cantik.

Mazhab Syafi’i mewajibkan muslimah menggunakan cadar di depan laki-laki nonmahram. Sedangkan menurut Mazhab Hambali, Imam Ahmad bin Hambal menegaskan bahwa wanita muslimah yang sudah balig wajib menggunakan cadar.

Terdapat perbedaan pandangan dan penerapan hukum penggunaan cadar di kalangan ulama mazhab. Namun, perbedaan tersebut bukanlah masalah yang mesti diperdebatkan, sebab bukan berkaitan dengan perkara yang diwajibkan oleh Allah dan rasul. Bagaimanapun perbedaan pendapat ulama mazhab, dalam penerapannya semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Bagi pribadi muslimah yang menggunakan cadar, ia pasti akan mendapatkan keistimewaan di dalamnya. Biasanya cadar digunakan untuk merasa lebih dekat dengan Allah dan juga memperdalam praktik Islam, dan melindungi diri dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved