Presiden Izinkan PON Papua Dihadiri Penonton
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan Pekan Olahraga Nasional
* Maksimal 25% dari Kapasitas Venue dan Sudah Divaksin 2 Kali
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Oktober mendatang, bisa disaksikan penonton. Namun, maksimal jumlah penonton hanya 25 persen dari kapasitas venue serta harus sudah divaksin dua kali. "Terkait dengan kegiatan ke depan, di luar Jawa-Bali, yakni PON, Bapak Presiden sudah putuskan dengan 25 persen penonton, dan sudah dua kali vaksin," kata Airlangga.
Meski begitu, Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, Presiden Jokowi juga mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk tetap waspada pada varian baru Covid-19.
"Bapak Presiden mengingatkan empat hal penting yaitu kita harus berhati-hati terhadap varian baru baik Mu maupun Lamda, dan perketatan di sejumlah pintu masuk baik dari udara, laut, dan darat. Tentunya, melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan tentu kita harus antisipasi varian-varian baru tersebut," tutur Airlangga.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan membuka PON Papua pada 2 Oktober mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dalam jumpa pers virtual, akhir pekan lalu. ”Sebentar lagi tanggal 2 Oktober, direncanakan insyaAllah Presiden (Joko Widodo) yang akan langsung membuka PON. Kalau dilihat dari persiapan, bahkan sekarang sudah ada yang melakukan test event, beberapa cabang olahraga," kata Amali.
Amali menjelaskan, peserta PON dari 34 provinsi sudah siap. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mulai melakukan persiapan dengan berangkat lebih cepat ke Papua. "Ada juga kontingen yang sudah berangkat (ke Papua) duluan. Tadinya di dalam laporan ke kami itu baru sekitar pada tanggal 20-23 karena sudah tidak ada pertandingan. Hari ini saya dapat laporan sudah ada yang masuk ke Papua," ujarnya.
Mengenai kondisi Papua yang dalam beberapa pekan terakhir dikabarkan tidak kondusif karena aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB), Amali menjamin itu tidak akan mengganggu pelaksanaan PON. "Saya ingin sampaikan, tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat. PON ini bagi masyarakat Papua ini adalah kebanggaan dan harga diri buat mereka. Sehingga tekad mereka pasti ingin menyukseskan," ucap Amali.
"Walaupun ada perbedaan pandangan, misalnya secara politik di antara mereka secara internal. Saya mendapatkan informasi bahwa semua ingin menyukseskan pelaksanaan PON ini. Sukses Papua, sukses untuk kita semua," tambah Amali.
Menpora mengatakan, pengamanan oleh TNI dan Polri akan dimaksimalkan. Namun, kata Amali, pengamanan dari TNI dan Polri ini tidak akan menunjukkan keadaan genting. Menurutnya kondisi di lokasi PON saat ini relatif sama dengan Jakarta.
Amali juga menjelaskan soal kemungkinan PON Papua bisa disaksikan penonton. Jika penonton diperbolehkan hadir, maka vaksinasi di Papua akan digencarkan dengan target utama adalah masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan PON.
Wacana soal kehadiran penonton ini sudah mengemuka sejak beberapa pekan terakhir. Tapi, pemerintah harus meninjau kondisi pandemi Covid-19 yang berkembang di Indonesia. Hingga akhirnya, dalam dua pekan terakhir, angka penularan Covid-19 mulai menurun dan membuat pemerintah yakin mengizinkan penonton hadir dengan syarat dan protokol ketat. (tribun network/fik/jid/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-koordinator-bidang-perekonomian-airlangga-hartarto_19092021.jpg)