Berita Lhokseumawe
15 Jurnalis Terpilih dari Aceh Sampai NTB Ikuti Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan
Pertemuan tersebut berlangsung secara virtual dengan menggunakan zoom meeting yang nantinya para peserta akan didampingi oleh mentor.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sebanyak 15 jurnalis dari berbagai provinsi di Indonesia yang terpilih pada Senin (20/9/2021) lalu, mulai mengikuti program Fellowship Jurnalismen Pendidikan (FJP) Gelombang III.
Program tersebut diadakan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, yang akan berlangsung dari September-Desember 2021.
Dalam pertemuan perdana program pelatihan, praktik, dan coaching-mentoring jurnalisme pendidikan itu, diawali dengan briefing (pengarahan) yang dipandu Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari yang juga salah satu mentor FJP 2021.
Pertemuan tersebut berlangsung secara virtual dengan menggunakan zoom meeting yang nantinya para peserta akan didampingi oleh mentor.
Mereka adalah Mohammad Nasir (Wartawan Senior Kompas 1989-2018), Frans Sudiarsis (Kepala Litbang The Jakarta Post), Haryo Prasetyo (Wartawan Senior), dan Tri Juli Sukaryana (Media Indonesia)
“Pesertanya dari ujung barat Pulau Sumatera (Aceh) sampai ujung timur di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi. Papua belum bisa bergabung pada batch ketiga ini,” ujar Nurcholis.
Baca juga: Silaturahmi dengan Wartawan, Kapolres Ajak Jurnalis Promosikan Potensi Aceh Singkil
“Program pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan ekosistem pendidikan melalui pengarus utamaan isu-isu pendidikan, baik lokal maupun nasional,” ujar Nurcholis.
Dalam acara-acara yang penting, wartawan yang sering menjadi narasumber di tingkat nasional maupun internasional hanya wartawan politik dan olahraga.
Kalau di Indonesia malahan yang sering wartawan olahraga yang bisa menjadi narasumber wawancara di TV atau di radio.
“Saya kepikiran, kenapa kok wartawan pendidikan itu tidak ada yang tampil ketika ngomongin soal pendidikan. Yang tampil adalah praktisi pendidikan, guru, dosen dan dan pengamat,” kata Direktur Pelaksana GWPP.
Padahal pengamat pendidikan tersebut belum tentu juga memahami pendidikan itu secara holistik. Tapi kalau wartawan mestinya memahami secara keseluruhan fenomena-fenomena yang ada di bidang pendidikan.
Baca juga: Program Sabtu Kreatif, Ratusan Siswa MAN 3 Pidie Ikut Pelatihan Jurnalistik. Ini Harapan Ketua PWI
“Kita sebagai wartawan pendidikan, paham mengenai seperti apa pendidikan ini dikelola dan seharusnya bagaimana desain bangsa ini yang diletakkan dasar-dasarnya oleh para founding father kita,” ujar lulusan Universitas Indonesia.
Lalu, lanjut Nurcholis, ia bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Paragon, Salman Subakat yang sangat konsen terhadap pendidikan, untuk kemudian sepakat mengadakan FJP.
Ditambahkan dia, tidak semua jurnalis yang mengajukan diri dapat bergabung dalam menjadi peserta GWPO 2021. “Kami membatasi hanya 15 peserta perangkatan,” pungkas Nurcholis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jurnalis-pendidikan-2209.jpg)