Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

India Sita Tiga Ton Heroin dari Afghanistan, Dikirim dari Pelabuhan Iran

Pejabat intelijen anti-penyelundupan India menyita hampir tiga ton heroin asal Afghanistan. Barang dilaporkan bernilai sekitar $2,7 miliar atau sekit

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Tanaman heroin dan jarum suntik di Afghanistan 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Pejabat intelijen anti-penyelundupan India menyita hampir tiga ton heroin asal Afghanistan.

Barang dilaporkan bernilai sekitar $2,7 miliar atau sekitar Rp 38,4 triliun.

Penemuan itu dalam sebuah operasi besar di sebuah pelabuhan di negara bagian Gujarat.

Pengujian forensik masih berlangsung untuk menentukan nilai pasti dari obat-obatan terlang yang disita, kata para pejabat kepada BBC, Rabu (22/9/2021).

Dua orang telah ditangkap dan beberapa lainnya sedang diselidiki, kata sebuah pernyataan.

Baca juga: Komit Wujudkan Zero Peredaran Narkoba, Handphone & Pungli, Rutan Banda Aceh Tandatangani Deklarasi

Pengiriman tersebut berasal dari Afghanistan, di mana dinyatakan disembunyikan dalam bedak.

Dimana, dikirim ke pelabuhan Mundra Gujarat dari Iran.

Direktorat Intelijen Pendapatan (DRI) mengatakan menerima laporna intelijen, pengiriman dari Pelabuhan Bandar Abbas di Iran diduga mengandung narkotika.

Dikatakan intelijen juga mengungkapkan pengiriman itu diimpor oleh sebuah perusahaan di kota selatan Vijaywada.

“Saat petugas menahan kiriman tersebut dan memeriksanya, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu dari peti kemas dan dipastikan heroin,” kata DRI dalam keterangannya.

Baca juga: Pengadilan Meksiko Vonis Pemimpin Kartel Narkoba Vicente Carrillo Fuentes 28 Tahun Penjara

Para pejabat mengatakan pencarian telah dilakukan di beberapa kota di seluruh India, termasuk ibu kota negara, Delhi, Ahmedabad dan Chennai.

"Investigasi yang dilakukan sejauh ini juga mengungkapkan keterlibatan warga negara Afghanistan, yang sedang diselidiki," kata badan tersebut.

Afghanistan adalah produsen opium terbesar di dunia, menurut Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Panen opiumnya menyumbang lebih dari 80% pasokan dunia.

Tanaman opium opium disuling menjadi bahan dasar untuk beberapa obat yang sangat adiktif, termasuk heroin.(*)

Baca juga: Napi Terorisme, Narkotika, hingga WNA Jadi Korban

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved