Breaking News:

Salam

Memberantas Judi Online Tidak Cukup Cuma Polisi

Sejak pekan lalu, kepolisian di Aceh gencar memberantas judi online yang sudah menjadi penyakit masyarakat, terutama kalangan anak muda

Editor: bakri
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 22 penjudi online di Mapolres setempat, Senin (20/9/2021). 

SEJAK pekan lalu, kepolisian di Aceh gencar memberantas judi online yang sudah menjadi penyakit masyarakat, terutama kalangan anak muda.

Mungkin lebih seratus penjudi dan agen chipsnya ditangkap serta ditahan di sejumlah Mapolres dan Mapolsek.

Adalah Tgk Abdurrahman yang dikenal sebagai Abu Keunee Mana yang meminta secara langsung kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar supaya segera memberantas judi online yang begitu mengerikan di kampung-kampung dan merusak generasi bangsa.

"Anak-anak muda dari SMA maupun SMP, itu sudah main itu semua. Jadi saya minta bantuan bapak untuk memberantasnya."

Segera setelah mendengar saran ulama itu, Kapolda meminta seluruh jajarannya untuk memberantas judi online beserta mencari akar permasalahan mengapa judi online begitu digandrungi kalangan anak muda.

"Insya Allah saya akan cari akar permasalahan tersebut dan akan tindak lanjuti," kata Kapolda Aceh.

Judi online ini sudah berkembang di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Pemerintah pun sudah lama diingatkan agar menghentikan peredaran judi online ini.

Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pernah mengaku sulit memberantas perjudian dengan sistem online karena nama situs judi terkadang menipu.

Selain itu, keberadaan server judi dalam jaringan yang tidak di Indonesia juga menyulitkan pihaknya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved