Breaking News:

Salam

Memberantas Judi Online Tidak Cukup Cuma Polisi

Sejak pekan lalu, kepolisian di Aceh gencar memberantas judi online yang sudah menjadi penyakit masyarakat, terutama kalangan anak muda

Editor: bakri
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 22 penjudi online di Mapolres setempat, Senin (20/9/2021). 

Pemerintah memang sudah memblokir sitis-situs porno serta sejumlah situs yang berbau terorisme, namun dianggap belum mampu membendung maraknya situs judi online.

Di samping itu, pihak kepolisian sendiri memiliki unit patroli cyber yang tangguh dan dapat diandalkan untuk mengungkap berbagai pelanggaran ITE.

Hal itu terlihat dari keberhasilan mereka dalam melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar hoaks atau pun pelaku persekusi digital.

Karena itu, sebagai mana harapan ulama tadi, kita juga berharap jajaran kepolisian di Aceh dapat meredam judi online di daerah ini.

Sebab, marakanya kejahatan judi online ini bisa menimbulkan kejahatan-kejahatan lainnya oleh kalangan pecandu judi online.

Dalam Pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dikatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian, akan terancam hukuman enam tahun penjara.

Lalu, mengapa pemerintah terkesan membiarkan hal itu terjadi?

Saat ini perjudian memang cukup canggih, pelaku diduga merupakan orang yang ahli dalam bidang IT.

Situs judi online bahkan selalu diubah untuk mengelabui pihak kepolisian.

Mereka bahkan bisa menembus pemblokiran Diskominfo.

Sejak beberapa tahun terakhir, ahli berbagai bidang di berbagai negara telah meneliti tentang orang-orang yang kecanduan judi online maupun non-online.

Semua temuan penelitian menyimpulkan bahwa judi tak selalu soal menang, melainkan justru proses bertaruhnya itu – dan faktor-faktor lain di sekitarnya yang membuatnya menyenangkan.

Meski kecanduan berjudi tak bisa dijelaskan secara sederhana  – karena terkadang ada banyak alasan yang memunculkan kecanduan pada seseorang -– tapi tentu menarik untuk melihat bagaimana keseruan itu terkait pada struktur dan gaya permainan yang dimainkan.

Dan bahkan ketika judi bukanlah obsesi yang bermasalah, tetap saja permainan itu menghibur bagi mereka yang pulang dengan kantong-kosong.

Semoga kapolda Aceh dapat menemukan akar masalahnya di Aceh, sebab judi bukan sekadar kejahatan semata, tapi sudah menjadi penyakit masyarakat atau sosial yang meresahkan. Nah?!

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved