Breaking News:

Internasional

Presiden Filipina Sebut Negara Kaya Egois, Timbun Vaksin Covid-19 untuk Diri Sendiri

residen Filipina Rodrigo Duterte mengkritik negara-negara kaya di Majelis Umum PBB. Dia menuduh negara kaya menimbun vaksin Covid-19, sebaliknya

Editor: M Nur Pakar
Biro Komunikasi Presiden Filipina
Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengkritik negara-negara kaya di Majelis Umum PBB.

Dia menuduh negara kaya menimbun vaksin Covid-19, sebaliknya sebagian besar negara berkembang terus mengalami kekurangan.

“Gambarnya suram Ini, kekeringan vaksin buatan manusia yang melanda negara-negara miskin,” kata Duterte dalam sebuah pesan video, Rabu (22/9/2021).

“Negara-negara kaya menimbun vaksin yang menyelamatkan jiwa, sebaliknya negara-negara miskin menunggu tetesan," tambahnya.

"Mereka sekarang berbicara tentang suntikan booster, sedangkan negara berkembang mempertimbangkan setengah dosis untuk bertahan," tegasnya.

Baca juga: Virus Corona Delta Dominasi Kasus Covid-19 di Filipina

"Ini mengejutkan di luar keyakinan dan harus dikutuk apa adanya, tindakan egois yang tidak dapat dibenarkan secara rasional atau moral," ujar Duterte.

Kampanye vaksinasi Filipina dimulai pada Maret 2021 setelah penundaan berulang kali.

Akibat kekurangan pasokan, keterlambatan pengiriman dan keraguan, termasuk dari mereka yang lebih memilih merek Barat.

Popularitas Duterte tetap kuat meskipun Filipina berjuang melalui pandemi, dengan meningkatnya infeksi dan kematian selama dua bulan terakhir ini.

Sekitar 17% orang Filipina telah sepenuhnya divaksinasi, atau hampir 19 juta orang, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Gelombang Pengungsi dari Afghanistan Mulai Masuki Filipina

Kepala negara lainnya, termasuk presiden Peru dan Kolombia, juga mengeluhkan perlunya mengurangi ketidakadilan global untuk akses vaksin.

“Faktanya adalah pandemi ini tidak akan berakhir kecuali virus ini dikalahkan di mana-mana,” kata Duterte.

Dia menambahkan ketidaksetaraan adalah benang merah tidak hanya dalam pandemi, tetapi juga perubahan iklim dan ketegangan geopolitik.(*)

Baca juga: Filipina Akui Virus Corona Delta Sangat Menular, Kasus Virus Corona Capai Rekor Baru

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved