Breaking News:

Berita Jakarta

Nasir Djamil, Putusan Mahkamah Agung Batalkan Vonis Bebas Pemerkosa Sudah On The Track

"Putusan Majelis Hakim Banding Mahkamah Agung  sudah on the track. Kami sangat menghormati dan mengapresiasi putusan majelis hakim terhadap terdakwa

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Nasir Djamil, Anggota Komisi III DPR RI 

"Putusan Majelis Hakim Banding Mahkamah Agung  sudah on the track. Kami sangat menghormati dan mengapresiasi putusan majelis hakim terhadap terdakwa DP ini. Secara umum telah memenuhi seluruh isi analisis yuridis, sesuai dengan maksud dan tujuan serta ruh dari Qanun Jinayat Nomor 6 tahun 2014," kata Nasir Djamil.

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh  Muhammad Nasir Djamil menyatakan, putusan  Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung RI yang menguatkan putusan Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho telah mengembalikan keadilan pada  tempatnya.

Dimana persoalan korban anak yang berhadapan hukum, sudah tepat dan benar untuk kepentingan perlindungan anak di atas kepentingan segala-galanya (the best interest of the child) dan telah memenuhi asas kepastian hukum (rechtmatigheid), Asas keadilan hukum (gerectigheit), Asas kemanfaatan hukum (zwech matigheid atau doelmatigheid atau utility).

Majelis Hakim Kasasi  Mahkamah Agung melalui putusan kasasi Nomor 8 K/Ag/JN/2021, yang di Ketuai oleh Dr Drs H Amran Suadi SH MHum MM yang menjabat Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI dan YM Dr H Purwosusilo SH MH serta YM Dr H Yasardin SH MHum, memperkuat putusan hakim Mahakmah Syar'iyah Jantho Aceh Besar dalam kasus tindak pidana pemerkosaan dengan terdakwa DP.

Sebelumnya, DP divonis bebas oleh Mahkamah Syar’iyah Aceh setelah mengajukan banding atas vonis dari Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Seperti diberitakan, pada 30 Maret 2021, DP, telah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Syar’iyah Jantho dan dijatuhi hukuman penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun kurungan, karena bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya.

Namun, Mahkamah Syar’iyah Aceh membatalkan putusan Mahkamah Syar’iyah Jantho No 22/JN/2020/MS.Jth tentang kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, dengan korban berinisial K.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemerkosa Anak

"Putusan Majelis Hakim Banding Mahkamah Agung  sudah on the track. Kami sangat menghormati dan mengapresiasi putusan majelis hakim terhadap terdakwa DP ini. Secara umum telah memenuhi seluruh isi analisis yuridis, sesuai dengan maksud dan tujuan serta ruh dari Qanun Jinayat Nomor 6 tahun 2014," kata Nasir Djamil.

Ia mengatakan,  dengan putusan tersebut diharapkan  memberikan efek jera bagi pelaku.

"Imbauan kami untuk para orang tua, semoga ini menjadi pelajaran berharga agar tidak lengah dan terus menjaga anak-anak kita. Sehingga tidak ada celah bagi predator anak yang kerap menghantui kehidupan kita sehari-hari. Menurut hemat kami, kejadian penyimpanan seksual seperti ini bukan saja karena ada niat buruk pelaku semata, tapi juga didukung adanya kesempatan melakukan kejahatannya," ujar Nasir Djamil yang juga Ketua FIRBES DPD dan DPD RI Asal Aceh.

Selanjutnya, Nasir Djamil mengharapkan  semua aparat penegak hukum (APH) polisi, jaksa, hakim untuk tetap berhati-hati dan teliti dalam menangani persoalan anak kedepan, karena aturan yang telah ada itu adalah instrumen hukum untuk memberi perlindungan, tentunya. 

"Kami harapkan  kedepannya semoga ada sikap cermat dari hakim, kiranya kasus bebas terdakwa pemerkosa di level putusan banding di Mahkamah Syar’iyah Aceh tidak terulang lagi, dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Putusan Hakim Agung yang mengadili perkara pada level kasasi perkara Aquo hendaknya menjadi yurisprudensi hakim kedepan dalam mengambil keputusan. Hal ini sesuai dengan azas res judicata pro veritate habetur, yang berarti apa yang diputus hakim harus dianggap benar," demikian Nasir Djamil.(*)

Baca juga: Pembunuh Cucu Masih Bayi di Aceh Jaya Dihukum 20 Tahun, Pemerkosa Anak Kandung Divonis 200 Bulan

 

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved