Joe Biden Dukung Palestina Merdeka Dalam Sidang Umum PBB
Kita harus mencari masa depan perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi semua orang di Timur Tengah,” kata Biden saat berpidato
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendukung Palestina merdeka. Menurut Biden, Palestina merdeka justru merupakan jalan terbaik untuk memastikan masa depan Israel. “Kita harus mencari masa depan perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi semua orang di Timur Tengah,” kata Biden saat berpidato dalam Sidang Umum Ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas organisasi internasional tersebut, Kota New York, AS, pada Selasa (21/9/2021) waktu setempat.
Presiden dari Partai Demokrat itu menambahkan, solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel. “Hidup dalam damai bersama negara Palestina yang layak, berdaulat, dan demokratis,” ujar Biden seperti dilansir Arab News. “Kita masih jauh dari tujuan itu saat ini, tapi kita tidak boleh membiarkan diri kita menyerah pada kemungkinan kemajuan,” imbuh Biden.
Selain angkat suara soal konflik Israel-Palestina, Biden juga mengulangi janjinya untuk kembali ke kesepakatan nuklir 2015 guna mengekang program nuklir Iran. Pada April lalu, Iran dan AS sebenarnya memulai pembicaraan tidak langsung yang membahas kesepakatan nuklir 2015 di Wina, Austria. Sebagaimana dilansir Reuters, pembicaraan itu kemudian terhenti dua hari setelah Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran pada Juni 2021.
Berpidato setelah Biden, Raisi melalui video mengungkapkan keinginannya agar pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia guna mengarah pada penghapusan sanksi AS dilanjutkan. “Republik Islam (Iran) menganggap pembicaraan bermanfaat yang hasil akhirnya adalah pencabutan semua sanksi (AS) yang menindas,” kata Raisi.
Dia menambahkan, penindasan dari AS terhadap Iran masih berlangsung dan Teheran tidak menginginkan apa pun selain apa yang menjadi hak mereka. “Semua pihak harus tetap setia pada kesepakatan nuklir dan Resolusi PBB dalam praktiknya,” tutur Raisi. Para pejabat Iran dan Barat mengatakan, masih banyak masalah yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan nuklir 2015 dapat dihidupkan kembali.
Hapus pendanaan iron dome
Sementara itu, Partai Demokrat AS dilaporkan menghapus pendanaan sistem rudal Iron Dome (kubah besi) milik Israel sebesar Rp 14,2 triliun, setelah ditekan politisi progresif mereka. Sumber Kongres AS mengungkapkan, bantuan kepada Tel Aviv akan tetap diajukam, namun untuk sistem anggaran berikutnya.
Dilansir Times of Israel, Rabu (22/9/2021), sistem pertahanan tersebut akan diajukan pada UU Kelayakan Pertahanan 2022. Klausul memasukkan bantuan 1 miliar dolar AS untuk mengisi kembali rudal pencegah Kubah Besi menjadi isu panas di Kongres AS. Dengan Iron Dome, Israel bisa melindungi kota-kotanya dari serangan Hamas di Jalur Gaza maupun kelompok milisi lain.
Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, hanya mempunyai waktu sampai 30 September mendatang untuk mengesahkan bujet itu, yang bisa mendanai AS hingga Desember. Karena itu, dia tidak boleh kehilangan dukungan sekelompok politisi progresif Demokrat, karena UU mereka tidak didukung oposisi dari Republik.
Pelosi sebenarnya sudah mengharapkan dukungan oposisi lewat pengajuan pendanaan Kubah Besi, namun harapannya meleset. Adalah Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dan Betty McCollum yang mendesak Pelosi untuk menghapuskan bantuan tersebut. Rekannya Rashida Tlaib, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Pramila Jayapal mengancam akan menolak rancangan bujetnya jika bantuan kepada Tel Aviv dimasukkan.
Anggota DPR AS dari New York, Jamaal Bowman, berujar usulan mengenai Kubah Besi dimasukkan di menit-menit akhir tanpa didahului pembahasan. "Ini bukan tentang Israel. Sekali lagi, ini tentang kepemimpinan. Memberikan usulan dan mengharapkan kami memutuskannya dalam lima menit," kata dia heran. (kompas.com/bali.tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekjen-pbb-dan-joe-biden.jpg)