Breaking News:

Luar Negeri

Senior Taliban: Hukuman Potong Tangan bagi Pencuri akan Diberlakukan Kembali

Salah satu pendiri Taliban menyebut aturan keras akan diberlakukan kembali, seperti eksekusi dan amputasi tangan, meski kemungkinan tidak lagi dilakuk

Editor: Faisal Zamzami
Screenshot Twitter
Mullah Nooruddin Turabi. 

SERAMBINEWS.COM - Salah satu pendiri Taliban menyebut aturan keras akan diberlakukan kembali, seperti eksekusi dan amputasi tangan, meski kemungkinan tidak lagi dilakukan di depan umum.

Dilansir The Guardian, dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, Mullah Nooruddin Turabi memberi pembelaan atas cara eksekusi Taliban di masa lalu, yang terkadang dilakukan di stadion di depan orang banyak.

Turabi juga memperingati dunia agar tidak mengganggu aturan baru Afghanistan.

"Semua orang mengkritik kami atas hukuman di stadion, tetapi kami tidak pernah mengusik apa pun tentang hukum mereka dan hukuman mereka," kata Turabi di Kabul.

"Tidak ada yang harus memberi tahu kami seperti apa hukum kami seharusnya," tambahnya.

Turabi, yang sekarang berusia awal 60-an, bertanggung jawab atas masalah penjara.

S
Mullah Nooruddin Turabi. (Screenshot Twitter)

Ia dulunya menjabat sebagai menteri kehakiman dan kepala kementerian "penyebaran kebajikan dan pencegahan kejahatan."

Pada masa pemerintahan Taliban sebelumnya, dunia mengecam hukuman Taliban, yang dilakukan di stadion olahraga Kabul atau di halaman masjid yang luas, yang seringkali dihadiri oleh ratusan pria Afghanistan.

Eksekusi terpidana pembunuhan biasanya dilakukan dengan satu tembakan ke kepala, oleh keluarga korban.

Untuk pelaku pencurian, hukumannya adalah potong tangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved