Breaking News:

Berita Lhokseumawe

FJP Ke-3, Jurnalis dan Kepemimpinan Berperan Penting Dalam Memajukan Pendidikan 

“Jadi gerakan ini mulainya dari pemaknaan jurnalisme itu sendiri, bagaimana jurnalis jadi pilar demokrasi, jadi pilar masyarakat, kemudian orang jadi

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Foto Dok GWPP
CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat menyampaikan materi saat pembukaan program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) angkatan ketiga, Selasa (22/9/2021) melalui Zoom Meeting. 

“Jadi gerakan ini mulainya dari pemaknaan jurnalisme itu sendiri, bagaimana jurnalis jadi pilar demokrasi, jadi pilar masyarakat, kemudian orang jadi berdiskusi dengan adanya artikel (yang ditulis jurnalis),” ujar Salman. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Jurnalisme sangat berperan penting dalam memajukan pendidikan, karena satu artikel saja yang ditulis jurnalis itu dapat menggerakan masyarakat untuk berdiskusi sehingga menjadi komunikasi publik. 

Demikian antara lain disampaikan Chief Executive Officer(CEO), PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat dalam pembukaan program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) angkatan ketiga, Selasa (22/9/2021) melalui Zoom Meeting. 

Program tersebut diikuti 15 jurnalis se-Indonesia dari Aceh sampai Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dari Sulawesi, yang diadakan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) kolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation.

Dalam FJP itu juga melibatkan empat jurnalis senior yang akan mementoring peserta.

Mereka adalah Nurcholis MA Basyari yang juga Direktur Pelaksana GWPP, kemudian Mohammad Nasir (Wartawan Senior Kompas 1989-2018). 

Selanjutnya, Frans Sudiarsis (Kepala Litbang The Jakarta Post), Haryo Prasetyo (Wartawan Senior), dan Tri Juli Sukaryana (Media Indonesia).

Baca juga: 15 Jurnalis Terpilih dari Aceh Sampai NTB Ikuti Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan

“Jadi gerakan ini mulainya dari pemaknaan jurnalisme itu sendiri, bagaimana jurnalis jadi pilar demokrasi, jadi pilar masyarakat, kemudian orang jadi berdiskusi dengan adanya artikel (yang ditulis jurnalis),” ujar Salman. 

Menurut Salman, dipilihnya program jurnalisme pendidikan, karena dalam menggerakan pendidikan yang sangat besar, perlu kepemimpin masyarakat secara luas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved