Breaking News:

Salam

Inikah Perubahan Sikap Demokrat AS?

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung Palestina merdeka. Sebab, Palestina merdeka justru merupakan jalan terbaik

Editor: bakri
AP
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (kiri) melakukan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (21/9/2021). 

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung Palestina merdeka. Sebab, Palestina merdeka justru merupakan jalan terbaik untuk memastikan masa depan Israel. “Kita harus mencari masa depan perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi semua orang di Timur Tengah,” kata Biden dalam Sidang Umum PBB di New York, AS, Selasa (21/9/2021).

Dalam pidatonya Biden juga mengecam pemerintah otoriter di seluruh dunia, dengan mengatakan mereka menahan keinginan rakyat mereka dan pada akhirnya akan gagal mengakhiri era pemerintahan demokratis. "Masa depan akan menjadi milik mereka yang melepaskan masa depan rakyatnya, bukan mereka yang menahannya. Masa depan akan menjadi milik mereka yang memberi rakyatnya kemampuan untuk bernapas bebas, bukan mereka yang berusaha mencekik rakyatnya dengan tangan besi. Para otoriter dunia mungkin berusaha untuk memproklamirkan akhir zaman demokrasi, tetapi mereka salah. Sebenarnya dunia demokrasi ada di mana-mana," kata Biden.

Di sisi lain, Presiden AS ini sesungguhnya sangat menyadari bahwa mencapai perdamaian di Timur Tengah bukan hal yang gampang. “Kita memang jauh dari tujuan itu saat ini, tetapi kita tidak boleh membiarkan diri kita menyerah pada kemungkinan kemajuan (untuk perdamaian).”

Dalam pidatonya di Sidang Uumum PBB itu, Presiden AS memang menggunakan kalimat-kalimat “bersayap”. Paling tidak, yang kita pahami adalah mendukung Palestina merdeka di mata Bidan adalah cara terbaik bagi memberi kedamaian bangsa Yahudi, khususnya di Yarussalem. Namun, sikap Biden itu tetap saja dianggap melunak dibanding sikap pendahulunya Donald Trump yang dianggap sangat anti Palestina.

Bahwa Bidan lebih baik dari Trump, sudah sejak awal terbaca oleh kalangan politisi di Timur Tengah. Hanya beberapa setelah dipastikan Biden terpilih menjadi pemegang tampuk pimpinan tertinggi di Amerika Serikat, Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas langsung meminta Biden untuk memperkuat hubungan antara Palestina dan Washington yang runtuh selama masa jabatan Presiden Donald Trump. Abbas mengatakan hal tersebut dalam pujian selamat kepada Biden dan Wakilnya Kamala Harris. Selain memperkuat hubungan Palestina-Amerika, Abbas juga meminta pemerintahan AS di bawah Biden untuk memperjuangkan perdamaian, stabilitas, dan keamanan Timur Tengah.

Boleh jadi, sikap Biden terhadap Palestina yang berdaulat, merdeka, dan damai, juga dipengaruhi opini publik Amerika Serikat yang dinamikanya sangat berubah. Publik AS yang sudah terlalu lama mendukung Israel, kini malah bersikap berbeda. Sebuah jajak pendapat Gallup yang dirilis pada bulan Maret 2021 menunjukkan bahwa pandangan yang mendukung terhadap Palestina telah mencapai ‘tertinggi sepanjang masa’ dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ia mencatat tren yang sedang berlangsung untuk simpati yang menurun terhadap Israel. Jajak pendapat tersebut menunjukkan dukungan yang terus meningkat untuk Palestina.

Beberapa analis berpendapat bahwa mengintensifkan wacana liberal Amerika yang dibantu oleh kritik sayap kiri mengenai tindakan Israel terhadap Palestin adalah hal sangat membantu mengubah dinamika politik di Amerika Serikat. Selain itu, penelitian akademis liberal seperti The Israel Lobby dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat yang ditulis profesor terkemuka, John Mearsheimer dan Stephen Walt, telah mengungkap seberapa besar pengaruh Israel menciptakan risiko politik yang tidak perlu bagi Washington. Belakangan ini, para senator AS, terutama dari kalangan Demokrat sangat gencar mempertanyakan apa hubungan dan keuntungan bagi AS yang selama ini mendukung habis-habisan Israel.

Dan, kegelisahan Demokrat atas politik Israel, semakin diperlihatkan akhir-akhir ini. Mereka mendesak Presiden Joe Biden yang seorang Demokrat untuk memberikan ‘tekanan diplomatik’ pada Tel Aviv supaya menghentikan serangannya terhadap orang-orang Palestina.

Maka, ketika Presiden Biden bicara tentang kehidupan damai masyarakat Palestina dan Timur Tengah, itu boleh dilihat sebagai pembaruan sikap demokratis kalangan Demokrat di Amerika Serikat. Dan, kita berdoa semoga ini benar-benar menjadi kabar baik bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved