Breaking News:

Jaksa Temukan Kerugian Negara Rp 264 Juta

Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pidie menemukan kerugian keuangan negara terhadap Gampong Campli Usi, Kecamatan Mutiara

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Kepala Kacabjari Sakti, Muhammad Kadafi. 

SIGLI - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pidie menemukan kerugian keuangan negara terhadap Gampong Campli Usi, Kecamatan Mutiara Timur  Rp 264.720.980,00. Kerugian negara itu setelah adanya hasil audit yang dilakukan Inspektorat Pidie pada kasus anggaran dana gampong (ADG), yang diusut selama tiga tahun 2015 hingga 2017.

Kacabjari Pidie di Kotabakti, Muhammad Kadafi SH kepada Serambi, Jumat (24/9/2021) mengatakan, Inspektorat Pidie, Selasa (21/9/2021) sudah menyerahkan berkas hasil audit kasus TPK ADG Campli Usi,yang total kerugian keuangan negara mencapai Rp 264.720.980,00.

Menurutnya, dengan penyerahan hasil audit kerugian negara sehingga sudah ada tersangka yang belum ditetapkan. Kasus dugaan korupsi ADG Campli  Usi yang diusut mulai tahun 2015, 2016 dan 2017. Sehingga segera ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi ADG.

Selain itu, sebut Muhammad Kadafi, kasus dugaan korupsi di Gampong Jumpoh Adan, Kecamatan Mutiara Timur belum dikeluarkan hasil audit oleh Inspektorat Pidie. Akan tetapi, Inspektorat Pidie belum menujukan personelnya untuk mengaudit ADG di Gampong Jumpoh Adan.

Jika Inspektorat Pidie menunjukan personel, maka pihaknya akan duduk bersama untuk dilakukan ekspos. "Kita akan melayangkan surat kedua ke Inspektorat Pidie untuk meminta dilakukan audit kerugian negara kembali terhadap ADG Jumpoh Adan," jelasnya.

Ia menjelaskan, dugaan kasus korupsi ADG di Gampong Jumpoh Adan yang penanganan pada tahap penyidikan. Saksi dari perangkat gampong dan warga sudah dilakukan pemeriksaan. Sementara audit investigasi telah dilakukan Inspektorat Pidie dengan ditemukan kerugian sekitar Rp 300 juta dengan APBG dua tahun.

" Di Gampong Jumpoh Adan, ada kegiatan fiktif seperti pembersihan saluran yang tidak dikerjakan, tapi dananya justru ditarik. Juga adanya kegiatan lain seperti bangunan yang diduga kekuramgan volume pekerjaan," ujarnya.

Kata Muhammad Kadafi, untuk dugaan korupsi APBG di Gampong Dayah Keumala, Kecamatan Keumala sudah ditingkatkan ke penyidikan setelah diperiksa saksi seperti perangkat gampong dan keuchik. Kasus dugaan korupsi telah dilakukan penyelidikan pada Juli 2021. Kasus tersebut ditingkatkan tahap penyidikan pada Mei 2021.

Ia menambahkan, dana gampong yang diusut di gampong tersebut mulai tahun 2015 hingga 2019. Di mana hasil audit investigasi ditemukan kerugian negara Rp 400 juta. Keuchik sudah mengembalikan Rp 50 juta. Pengembalian itu dilakukan setelah 60 hari diberikan waktu. Dana Rp 50 juta itu akan dijadikan barang-bukti. "Dugaan kasus korupsi ADG di tiga gampong harus tuntas pada tahun 2021," pungkasnya.

Kepala Inspektorat Pidie, Mukhlis kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, tahun 2021 Inspektorat Pidie mengaudit 12 gampong di Pidie, hasil temuan Januari hingga Agustus dengan dana Rp 1.520.500.408. Hasil temuan itu telah disetor ke Rekening Umum Khas Gampong (RKUG). Proses tindak lanjut hasil temuan Rp 1.396.194.515 atau 8,18 persen sudah dilaksanakan gampong.

Ia menjelaskan, dari 12 gampong, terdapat enam desa dilaporkan aparat penegak hukum untuk dilakukan audit. Sementara dua gampong dilaporkan masyarakat. Kendala audit di lapangan karena perangkat tidak menjabat, tidak di tempat, meninggal, dan sakit. " Untuk Gampong Jumphoh Adan belum diminta Inspektorat Pidie untuk melakukan audit oleh Jaksa," ujarnya. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved