Breaking News:

Internasional

Huawei Tetap Masuk Daftar Hitam AS, TikTok Masih Dalam Pengawasan

Perusahaan raksasa Huawei, China tetap dalam daftar hitam perdagangan oleh Amerika Serikat (AS). Walau telah ada kesepakatan membebaskan bos eksekutif

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Huawei 

Beberapa hari setelah Meng ditangkap, China menahan dua warga negara Kanada, Michael Spavor dan Michael Kovrig, atas dugaan mata-mata.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Peringatkan Taiwan, Situasi Makin Suram, Segera Penyatuan Negara

Para kritikus menuduh China memperlakukan mereka sebagai alat tawar-menawar politik.

Hal itu diadakan sebagai bagian dari apa yang dikenal sebagai "diplomasi sandera".

China menyangkal hal ini.

Bulan lalu, pengadilan China memvonis Michael Spavor, seorang pengusaha, karena melakukan spionase dan menghukumnya 11 tahun penjara.

Kanada mengutuk hukuman itu, dengan mengatakan persidangannya tidak memenuhi standar minimum yang disyaratkan oleh hukum internasional.

Kesepakatan Meng dengan AS dapat membuka jalan bagi pembebasan kedua warga Kanada itu.

Tetapi ketegangan dalam hubungan China-Kanada tidak akan segera mereda, kata para ahli.

Hubungan bilateral telah jatuh ke posisi terendah dalam sejarah sejak penangkapan Meng.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved