Breaking News:

Internasional

Kesepakatan Joe Biden dan Xi Jinping, Kanada dan China Tukar Tahanan

Kesepakatan pertukaran tahanan Kanada dan China melibatkan Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping dari China,

Editor: M Nur Pakar
Foto file-Anadolu Agency
Joe Biden saat menjabat Wapres AS dan Presiden China Xi Jinping. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Kesepakatan pertukaran tahanan Kanada dan China melibatkan Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping dari China,

Joe Biden dan Xi Jinping telah berusaha meredam tanda-tanda ketegangan publik.

Bahkan ketika dua ekonomi dominan dunia berselisih dalam berbagai masalah.

Seperti keamanan siber, perubahan iklim, hak asasi manusia, serta perdagangan dan tarif.

Biden mengatakan dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Umum PBB awal pekan ini tidak berniat memulai “Perang Dingin baru.”

Baca juga: Joe Biden Telepon Xi Jinping, Ujicoba Diplomasi Pribadi, Usai Pejabat Kedua Negara Saling Menghina

Sementara Xi Jinping mengatakan kepada para pemimpin dunia, perselisihan di antara negara-negara perlu ditangani melalui dialog dan kerja sama.

“Pemerintah AS mendukung komunitas internasional dalam menyambut keputusan otoritas Republik Rakyat Tiongkok," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Blinken mengatakan China membebaskan warga Kanada Michael Spavor dan Michael Kovrig.

Setelah lebih dari dua setengah tahun penahanan sewenang-wenang.

"Kami senang mereka pulang ke Kanada," ujar Blinken.

Baca juga: Presiden Joe Biden Siap Bagikan 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia

Sebagai bagian dari kesepakatan dengan Meng Wanzhou, Departemen Kehakiman As setuju menolak tuduhan penipuan terhadapnya pada Desember 2022.

Tepat empat tahun setelah penangkapannya, asalkan mematuhi persyaratan tertentu.

Seperti tidak menentang tuduhan faktual pemerintah.

Departemen Kehakiman juga setuju membatalkan permintaannya agar Meng diekstradisi ke AS, yang ditentangnya dengan keras.

Kesepakatan itu, yang merekomendasikan dia dibebaskan, memungkinkan dia secara resmi menyangkal bersalah.

Atas tuduhan utama, sementara juga mengakui tuduhan yang diajukan oleh Amerika.

Baca juga: Negara Ini Minta Warganya Buang Ponsel China yang Digunakan, Ini Alasan Pemerintah 

Sedangkan Jaksa Kanada mengatakan kepada pengadilan di Vancouver telah menarik upaya mengekstradisi dia ke AS dan harus dibebaskan dari penahanan.

Dia telah berada di bawah tahanan rumah di rumahnya di Vancouver yang bernilai jutaan dolar selama hampir tiga tahun.

Menjelang sidang, Meng terlihat memasuki gedung didampingi pejabat konsuler Tiongkok.

Hakim kemudian memerintahkan agar dia dibebaskan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved