Breaking News:

Fellowship Jurnalisme Pendidikan

Kitab Karya Penulis Aceh Abad 13 yang Diterbitkan di Mekkah Kini Tersimpan di Universitas Leiden

Kitab tersebut menjadi salah satu bukti perkembangan ilmu pengetahuan sudah lebih dulu maju di Aceh.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Dok GWPP
Peserta Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch III mengikuti materi yang disampaikan Mohammad Nasir wartawan Senior Kompas. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kitab berjudul “The Muhimmat Al Nafa’is’ kumpulan fatwa Mekkah untuk orang Indonesia, karya Abdul Salam Bin Idris, penulis Aceh pada abad ke-13, kini salinannya tersimpan di Universitas Leiden Belanda. 

Kitab tersebut menjadi salah satu bukti perkembangan ilmu pengetahuan sudah lebih dulu maju di Aceh, kemudian baru menyebar ke nusantara, atau provinsi lainnya di Indonesia. 

“Dari Aceh sebenarnya awal intelektual orang Indonesia, awalnya dari sana (Aceh),” ungkap Mohammad Nasir wartawan Senior Kompas (1989-2018) saat mengisi materi dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Gelombang ke tiga, baru-baru. 

Mohammad Nasir menyampaikan tentang dunia pendidikan butuh wartawan professional. 

Program FJP ini diadakan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) yang diikuti 15 jurnalis terpilih dari Aceh sampai Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi dari September-Desember 2021. 

Menurut Mohammad Nasir, pada ke-13 di Aceh sudah ada intelektual yang menulis buku yang kemudian diterbitkan di Mekkah. 

“Abab ke-13 sudah ada orang hebat di sana, sehingga sudah ada buku The Muhimmat Al Nafais, yang diterbitkan di Mekkah. Itu karya orang Aceh,” ungkap Mohammad Nasir. 

Baca juga: Subsidi Gaji Tahap 5 Cair, Cek Nama Penerima melalui bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, Silakan Login

Baca juga: Dua Tentara Israel Terluka Parah dan Lima Pejuang Hamas Tewas Dalam Bentrokan di Tepi Barat

“Jadi sebenarnya intelektual Aceh ini, lebih awal dari orang-orang di Jawa, kalau saya lihat cerita-cerita pengembangan Islam dan Aceh,” kata Mohammad Nasir, salah satu dari empat mentor dalam program FJP. 

Kitab berbahasa arab melayu tersebut mengupas persoalan hukum islam, kemudian ditulis kembali Guru Besar Studi Islam Asia Tenggara dari Universitas Lieden Belanda,  Prof Dr Nico Kaptein dalam bahasa inggris. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved