Breaking News:

Papua, Ujian Sesungguhnya Aceh

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi atlet Aceh

Editor: bakri
Foto Kiriman Qahar Muzakkar
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan pataka kepada Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf di Anjong Mon Mata, Jumat (24/9/2021) malam. 

BANDA ACEH - Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi atlet Aceh. Pesta empat tahunan tersebut akan dimulai 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Di PON di ujung timur Indonesia itu, Kontingen Tanah Rencong memboyong 127 atlet dari 26 cabang olahraga. Mereka akan bertanding di empat klaster selama dua pekan. Boleh jadi, kini waktunya untuk menguji kemampuan guna mengejar kepingan medali.

Di Kota Jayapura, atlet Aceh akan bertanding di cabang angkat besi, binaraga, sepak takraw, dayung, layar, sepakbola, sepatu roda, taekwondo, dan terjun Payung.

Di Kabupaten Jayapura terdapat cabang senam, renang, muaythai, panahan, rugby, pencak silat, kempo, menembak. Lalu, di Kabupaten Mimika, anak-anak Aceh bertarung di cabang panjat tebing, judo, biliar, tarung derajat, dan atletik. Terakhir, anggar, bermotot dan wushu akan dipentaskan di Kabupaten Merauke.

Jujur saja, atlet Aceh memiliki modal berharga untuk bertarung di arena PON Papua. Bukan rahasia lagi, punggawa Aceh berhasil mendulang 34 medali emas. Raihan itu diraih ketika atlet Aceh mengikuti Pra-PON dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 di Bengkulu.

Dari ajang Pra-PON, Aceh sukses merebut emas dari cabang angkat besi, panahan, anggar, petanque, judo, kempo, dan tarung derajat. Sayangnya, meski berhasil menjadi juara umum dengan tiga emas di Pra-PON, atlet petanque Aceh gagal bertanding karena tuan rumah Papua mencoret cabang itu.

Akibatnya, sebelum pelaksanaan PON dimulai, tiga emas Kontingen Aceh melayang. Tentu saja ini menjadi kerugian di tengah perburuan medali emas. Terlebih, di PON 2021 ini, tuan rumah Papua hanya mempertandingkan 37 cabang. Sementara di PON 2016 di Jawa Barat dipertandingkan 56 cabang olahraga.

Sementara dari arena Porwil, Aceh berhasil membawa pulang 14 medali emas. Raihan itu dari cabang muaythai, atletik, renang, panjat tebing, dan sepakbola. Khusus cabang sepakbola, Aceh kembali lolos setelah absen selama dua gelaran PON. Tanah Rencong gagal tampil di PON 2012 di Riau, dan Jawa Barat tahun 2016.

Sementara Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta seluruh atlet memaksimalkan potensi diri untuk meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas PON. "Jagalah rasa percaya diri dan mental. Berjuanglah sekuat tenaga di medan laga untuk mendapat prestasi demi kejayaan, harkat dan martabat olahraga Aceh," katanya saat melepas kontingen Aceh untuk PON Papua di Anjong Mon Mata, Jumat (24/9/2021) malam.

Gubernur yakin para atlet yang telah ditempa selama hampir dua tahun dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang dilaksanakan KONI Aceh, akan mampu mengangkat harkat dan martabat olahraga Aceh dengan meraih medali emas. "Jaga kesehatan dan istirahat yang cukup kalian, sehingga bisa bertanding semaksimal mungkin untuk meraih prestasi terbaik," kata Nova.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved