Breaking News
Senin, 1 Juni 2026

Gedung Sport City Gagal Dibangun, Dewan Kecewa

Gedung sport city untuk Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke-14 Tahun 2021 mendatang di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Lahan untuk pembangunan gedung sport city untuk pelaksanaan PORA di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie sedang ditimbun. 

SIGLI - Gedung sport city untuk Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke-14 Tahun 2021 mendatang di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Pidie, gagal dibangun. Penyebabnya, Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu menyatakan tidak ada dana untuk membangun gedung tersebut. Padahal, Pemkab Pidie sudah menghabiskan dana APBK Rp 25 miliar lebih untuk pembebasan lahan sekitar lima hektare yang disiapkan untuk lokasi pembangunan gedung itu. Gagalnya pembangunan gedung sport city itu menyebabkan kalangan DPRK Pidie kecewa.

Kekecewaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid SE, kepada Serambi, Minggu (26/9/2021). Selain sudah menghabiskan dana APBK Rp 25 miliar lebih untuk pengadaan lahan yang lokasi gedung sport city, menurut Fadli, pembebasan lahan itu juga menguras energi karena pihaknya bersama Pemkab harus berkali-kali mengadakan musyawarah dengan pemilik tanah.

"Seharusnya Pemerintah Aceh dari awal menolak untuk membangun gedung sport city, sehingga Pemkab Pidie tidak perlu repot-repot menyiapkan persyaratan dan mencari lahan untuk lokasi gedung. Kami di dewan juga tidak perlu membahas anggaran untuk hal tersebut,” ungkap Fadli dengan nada kecewa.

Menurutnya, sebagian lokasi untuk pembangunan gedung sport city sudah ditimbun. Tapi, tiba-tiba Pemerintah Aceh memutuskan tidak jadi membangun gedung sport city dengan alasan tak ada dana.

"Menurut saya, gagalnya pembangunan gedung sport city merupakan kegagalan dan kerugian besar bagi Pidie. Sebab, pembangunan gedung itu akan sulit dilakukan oleh kabupaten/kota," ujar politikus Partai Golkar, itu.

Ia menambahkan, gagalnya pembangunan gedung sport city juga menyebabkan lomba cabang renang pada PORA tahun depan harus dilaksanakan di Lhokseumawe dan Banda Aceh. “Seharusnya, pertandingan semua cabang olahraga harus dilaksanakan di Pidie sebagai tuan rumah PORA kali ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, kepada Serambi, Rabu (22/9/2021) mengatakan, saat ini Pemeritah Aceh tak dapat menyahuti pembangunan gedung sport city. Sebab, sebutnya, Pemerintah Aceh berpendapat bahwa gedung itu bisa dibangun untuk even nasional dengan anggaran yang diajukan ke Pemerintah Pusat melalui Kemenpora.

Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pembangunan gedung sport city belum gagal karena Pemerintah Aceh akan menganggarkan kembali  dana untuk gedung tersebut. “Jika pun gedung sport city gagal dibangun, tapi pelaksanaan PORA di Pidie harus sukses seperti MTQ Aceh beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Sebab, menurut Wabup, PORA akan berdampak positif kepada semua kalangan mulai dari pedagang kecil, pemilik hotel, rumah makan, warung kopi, kafe, dan lain-lain. " Makanya, semua pihak harus mendukung pelaksanaan PORA di Pidie yang direncanakan pada tahun 2022 agar berlangsung sukses,” pinta Fadhlullah di Kantor Bupati Pidie, kemarin. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved