Breaking News:

Luhut Tolak Tawaran Mediasi untuk Berdamai dengan Haris, Serahkan 12 Barang Bukti ke Polisi

Namun Luhut menolak saran mediasi itu. Dia memilih melanjutkan proses hukum sebagai pembelajaran kebebasan yang bertanggung jawab.

Kolase Tribunnews (Youtube Haris Azhar)
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap aktivis Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, Senin (27/9/2021).

Tiba di Polda Metro sekitar pukul 08.28 WIB, Luhut menjalani pemeriksaan sekira satu jam. Ia selesai diperiksa sekitar pukul 09.28 WIB.

"Saya sudah selesai diperiksa oleh penyidik mengenai laporan kemarin, dan saya pikir sudah selesai," kata Luhut usai diperiksa, Senin (27/9/2021).

Dalam pemeriksaan itu penyidik sempat menyarankan upaya mediasi dengan terlapor. Penyidik meminta Luhut berdamai dengan Haris dan Fatia.

Upaya mediasi terkait dengan surat telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ihwal pedoman penanganan kasus UU ITE.

Namun Luhut menolak saran mediasi itu. Dia memilih melanjutkan proses hukum sebagai pembelajaran kebebasan yang bertanggung jawab.

Baca juga: Luhut Ingin Kasusnya Lanjut Sampai ke Meja Hijau, Bantah Miliki Bisnis Tambang di Papua

Baca juga: Luhut Masih Buka Pintu Maaf untuk Haris Azhar dan Fatia Maulidianti, Tapi Ada Syarat

Baca juga: Tak Hanya Lapor Polisi, Luhut Juga Gugat Haris Azhar 100 Miliar, Uangnya untuk Masyarakat Papua

"Tadi disampaikan penyidik ada edaran dari Kapolri untuk mediasi, ya silakan aja jalan. Tetapi saya ingin sampaikan supaya kita ini semua belajar bahwa tidak ada kebebasan absolut, sudah berkali-kali saya sampaikan, kebebasan bertanggung jawab," kata Luhut.

"Ini saya kira penting. Jadi, pembelajaran untuk semua jangan sembarang ngomong. Jangan berdalih hak asasi manusia atau kebebasan berekspresi yang membuat orang lain jadi susah, tidak boleh begitu," kata Luhut.

Luhut mengamini setiap orang memiliki hak asasi untuk mengutarakan pendapat. Namun dia juga menekankan bahwa orang lain yang jadi topik pembicaraan pun memiliki hak asasi.

Menurut Luhut, ia memilih melaporkan Haris dan Fatia untuk membersihkan namanya dari anggapan buruk keluarganya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved