Breaking News:

Berita Jakarta

Novel Parvana, Cerita Gadis Kecil Afghanistan Mengubah Tampilan Jadi Pria dan Menjual Tulang Manusia

Itulah yang dikisahkan oleh pengarang Deborah Ellis dalam novel trilogi "Parvana" yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia 2011.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Novel trilogi "Parvana" yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia 2011. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perang melahirkan derita panjang. Tak terkecuali di Afghanistan. 

Luka perang menganga sejak1978 ketika tentara dukungan dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berperang. 

Lalu pada 1980, Soviet benar-benar menyerbu negeri itu dan kemudian angkat kaki pada 1989 karena kehabisan daya.

Soviet mendapat perlawanan keras rakyat Afghanistan dan kelompok perlawanan yang menamakan diri Taliban.

Ketika Soviet hengkang, Afghanistan dikuasai Taliban dan menjalankan pemerintahan sejak 1996 sampai 2001, sebelum kemudian datang militer Amerika Serikat membentuk pemerintahan sokongan Amerika.

Taliban kembali melakukan perlawanan tanpa henti, puncaknya berhasil mengusir Amerika pada 2021, setelah perang selama 20 tahun.

Baca juga: Parvana, Kisah Gadis Kecil Afghanistan yang Mengubah Diri Jadi Pria dan Menjual Tulang Manusia

Bagaimana derita anak-anak Afghanistan yang menjadi korban perang?

Itulah yang dikisahkan oleh pengarang Deborah Ellis dalam novel trilogi "Parvana" yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia 2011.

Buku satu  Parvana: Sang Pencari Nafkah. Buku dua,  Pervana: Di Lembah Hijau dan buku 3 Parvana: Kota Lumpur.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved