Breaking News:

Opini

Pendidikan Harapan untuk Aceh Maju

Setiap tanggal 2 September kita memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) di Aceh dan tahun ini sudah berusia 62 tahun

Editor: bakri
Pendidikan Harapan untuk Aceh Maju
FOR SERAMBINEWS.COM
Herman Fithra, Rektor Universitas Malikussaleh, Ketua Forum Rektor Aceh (PTN) dan Wakil Pokja Ideologi dan Karakter Bangsa Forum Rektor Indonesia

Politik pendidikan

Hal yang paling disorot adalah pada politik pendidikan di Aceh. Legacy sudah diberikan oleh tokoh-tokoh Aceh terutama di tingkat nasional dengan berhasil menambah nilai dari Dana Otonomi Khusus yang salah satu peruntukannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Demikian pula dengan beasiswa yang semakin hari semakin luas dirasakan oleh elemen masyarakat, dari sejak pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Demikian pula kebijakan penegerian perguruan tinggi di Aceh. Dengan adanya kebijakan nasional untuk menegerikan perguruan tinggi yang sebelumnya dikelola oleh swasta dan pemerintah daerah membuat mutu dan kinerja PTN baru dari swasta itu semakin menjanjikan, bahkan bisa berkompetisi dengan PTN provisinsi lain secara nasional.

Pilihan ini awalnya memang dianggap sebagai upaya untuk memperkuat perdamaian Aceh. Namun perdamaian tidak akan berarti tanpa kesejahteraan dan keadilan. Dua dimensi terakhir itu hanya mungkin terisi ketika politik pendidikan dijalankan sebagai peningkatan mutu sumberdaya manusia.

Namun politik pendidikan Aceh ini dirasa saat ini mengalami stagnasi dan bahkan regresi. Hal yang paling terasa adalah tidak berdaurnya energi pendidikan menjadi kekuatan untuk kemajuan dan kegemilangan. Hal yang perlu ditempuh bersama-sama para pemangku kepentingan adalah mengarahkan politik pendidikan Aceh kepada lompatan-lompatan jauh lagi secara nasional.

Perbesar pendidikan harapan

Yang belum disadari banyak oleh sebagian besar masyarakat di Aceh adalah besarnya daya pengaruh pendidikan dalam membangun harapan. Pendidikan sesungguhnya jalan transformatif untuk membuka selubung-selubung misteri terkait dengan kekuatan, enigma, intelejensia, dan nilai-nilai revolusioner yang bisa diterapkan di dalam kehidupan. Pendidikan bisa memanjati nilai-nilai idealis agar mampu berkorespondesi dengan realitas pragmatis kehidupan.

Selama ini lingkar keputusasaan dan rendah diri terjadi karena sebagian besar masyarakat tidak terdidik sehingga gagal memanfaatkan potensi ekonomi, demografi, ekologi, dan politik yang dimilikinya untuk kemajuan dan kebahagiaan.

Pendidikan sesungguhnya memberikan harapan untuk keluar dari kesumpekan dan ketertindasan. Tidak ada jalan lain untuk membangun optimisme selain dengan memajukan pendidikan harapan (pedagogy of hope) dalam setiap satuan dan jenjang pendidikan. Hal itu bisa dijalankan jika digerakkan oleh hati yang bersih dan ingin membantu.

Pendidikan harapan dirancang untuk menghadapi masalah dan bukan malah menghindarinya. Kecerdasan diuji untuk melewati kerumitan dan rasa sakit. Keterbatasan adalah laboratoriumnya dan hasrat untuk berubah adalah alat praktiknya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved