Breaking News:

UMKM Diminta Promosikan Produk Lewat Medsos

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diminta untuk memanfaatkan segala lini media sosial (medsos) dalam mempromosikan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Illiza Sa'aduddin Djamal, anggota Komisi X DPR RI didampingi Reza Fahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf, dan Wan Windi Lestari, Direktur Aceh Culinary Festival saat menjadi pembicara dalam kegiatan Aktivasi Event sebagai Promosi UMKM di Coffee Bay, kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (27/9/2021). 

BANDA ACEH - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diminta untuk memanfaatkan segala lini media sosial (medsos) dalam mempromosikan produknya, apalagi berkaitan dengan pariwisata. Cara itu bisa membantu pelaku usaha, baik bidang kuliner maupun wisata alam, dalam memasarkan produknya hingga ke konsumen atau wisatawan.

Hal itu disampaikan anggota Komsi X DPR RI, Illiza Sa'aduddin Djamal, dalam acara Aktivasi Event sebagai Promosi UMKM, di Coffee Bay, kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (27/9/2021).

"Para pelaku UMKM harus memanfaatkan segala media untuk dapat mempromosikan produk, apalagi dalam kaitannya terkait pengembangan dan pertumbuhan pariwisata di Aceh," katanya.

Selain Illiza, kegiatan ini juga menghadirkan Reza Fahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf, Jamaluddin, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, serta Wan Windi Lestari, Direktur Aceh Culinary Festival.

Dalam kesempatan itu, Illiza menyampaikan bahwa pelaku UMKM harus mampu menjawab keinginan para konsumen atau wisatawan sehingga mereka tertarik terhadap produk yang disajikan. "Kuliner Aceh, kerajinan Aceh dan lainnya harus mampu diracik dan dikemas secara bersih, enak dan higienis sehingga mampu mengundang pariwisata ke Aceh," ujar politikus PPP ini.

Disisi lain, para pelaku UMKM juga dapat bekerja sama dengan travel atau industri pariwisata serta memanfaatkan medsos dan website untuk mempromosikan produknya.

Direktur Event Daerah Kemenparekraf, Reza Fahlevi mengatakan, objek wisata akan ramai dikunjungi wisatawan apabila didesain dengan baik. Begitu juga dengan konsep pembangunan dan pengembangan Desa Wisata, menurutnya, harus ada sentuhan yang lebih sehingga timbul daya tarik pengunjung.

"Membangun Desa Wisata harus didesain dengan baik. Desa wisata ini sudah menjadi daya tarik tapi setiap pengelola wisata harus berpikir apa yang harus dibuat agar orang mau datang ke tempat kita," katanya.

Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin mengatakan, Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota memiliki visi misi yang sama dalam mempromosikan produk masyarakat. "Kalau ingin dipromosikan silakan kirim ke kami (dinas), minimal bisa kita promosikan lewat media sosial kita sehingga produk-produk masyarakat bisa tersebar luas," katanya.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved